Kasus Pencabulan Anak di Parepare, Korban Akan Dirujuk ke P2TP2A Sulsel

Hasrul Nawir - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 19:11 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan anak (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Parepare -

Kasus pencabulan yang menimpa remaja 14 tahun di Parepare berinisial R menjadi perhatian aktivis perempuan di Sulawesi Selatan (Sulsel), Lusi Palulungan. Lusi akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Sulsel untuk mendampingi R.

"Apa pun latar belakang kehidupan korban harusnya tidak dikaitkan dengan kasus yang tengah dihadapi korban," terangnya pada Rabu (24/6/2020).

Lusi mengatakan pendampingan terhadap korban harusnya dilakukan sejak awal kasus bergulir hingga adanya vonis inkrah pengadilan. Lusi berharap P2TP2A mau mendampingi R sepanjang kasusnya bergulir.

"Kami akan koordinasikan ini ke P2TP2A provinsi. Dan kita berharap P2TP2A (tingkat) provinsi bisa mendampingi korban pada persidangan berikutnya," ujar dia.

Terkait permintaan Lusi, Kepala UPT P2TP2A Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sulawesi Selatan Meisy Sari Bunga Papayungan mengatakan, selain melayani sistem rujukan berdasarkan inisiatif daerah, pihaknya melakukan inisiatif ketika mendapat informasi terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan melalui media.

Selanjutnya
Halaman
1 2