Pejabat Pemprov Sulteng Ajak Bendum Gerindra Saling Bunuh, DPP: Itu Cara Preman

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 06:41 WIB
Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman, menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta. Namun, dia kecewa karena tidak diperbolehkan masuk oleh pihak Rutan Cipinang.
Habiburokhman (Foto: Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra mengecam ancaman yang dilakukan Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng Haris Kariming terhadap Bendahara DPD Gerindra Ivan Abdillah Sijaya. Gerindra menyebut ancaman itu adalah tindakan preman.

"Kita akan check dahulu seperti apa masalahnya. Kalau benar Pak Ivan diancam maka kami sarankan beliau untuk membuat laporan ke polisi. Setelah itu baru kami akan berkoordinasi dengan Polri agar laporan tersebut bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Juru Bicara Gerindra, Habiburokhman saat dihubungi Rabu (24/6/2020).

Habib mengatakan ancaman pembunuhan itu adalah cara preman yang tak boleh digunakan. Apalagi dilakukan oleh pejabat negara.

"Ancaman pembunuhan itu cara-cara preman yang nggak boleh digunakan. Kemarin setelah kaus John Kei Kapolri sendiri sudah bilang negara jangan kalah dari preman. Lah ini aparat negara jangan malah pakai cara-cara preman," katanya.

Habib mengatakan Gerindra akan memantau perkembangan kasus yang telah dilaporkan ke Polda Sulteng itu. Dia menyebut ancaman itu harus diselesaikan secara hukum.

"Ya bagus kalau sudah melapor, kita selesaikan secara hukum. Kami nggak akan buat laporan tersendiri di Mabes, cukup pantau yang di Sulteng saja," jelasnya.

Tonton juga video 'Tak Bermasker, Anggota DPRD Pasaman Ribut dengan Petugas PSBB':