Cegah COVID-19, Pasar di Pinrang Sulsel Terapkan Ganjil-Genap Untuk Pedagang

Hasrul Nawir - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 12:31 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono-detikcom).
Pinrang -

Pasar Sentral di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan menerapkan sistem berjualan di tanggal ganjil atau genap bagi para pedagang. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Penjual akan dibagi menjadi dua bagian berdasarkan tanggal ganjil genap," ujar Kepala UPTD Pasar Sentral Pinrang, Andi Paigullah Mienta di Pinrang, Selasa (23/6/2020).

Untuk membagi pedagang yang berjual di tanggal ganjil dan genap, pihak UPTD Pasar Sentral Pinrang membagikan kartu khusus dengan tanda warna merah dan biru. Pedagang yang menerima kartu biru akan berdagang di tanggal ganjil, sedangkan pedagang yang menerima kartu merah berjualan di tanggal genap.

"Penerapan ini sudah berlangsung selama dua hari," katanya.

Sudah ada sekitar 300 pedagang di Pasar Sentral Pinrang yang menerima pembagian kartu untuk berjualan di tanggal ganjil atau genap.

Secara terpisah, Bupati Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid mengatakan kebijakan ini diambil mencegah penularan COVID-19 dan menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal.

"Saya minta para penjual ini didata dengan baik berdasarkan jadwal menjualnya agar ada keteraturan dan disiplin dalam penerapannya," ujarnya.

Andi Irwan menyebut jumlah kasus pasien pisitif COVID-19 di Kabupaten Pinrang terus mengalami penambahan. Data terbaru, telah terjadi penambahan 2 kasus baru pasien positif COVID-19.

"Kemarin ada tambahan 2 pasien positif COVID-19. Jadi jumlah kasus COVID-19 sebanyak 23 orang, 14 diantaranya dirawat dan 9 sudah dinyatakan sembuh," kata dia.

Ia mengaku bingung karena jumlah kasus positif COVID-19 yang terus mengalami peningkatan. Kata dia, rata-rata orang yang terkena kasus COVID-19 adalah orang yang keluar masuk di Kabupaten Pinrang.

"Ini sebenarnya dilematis. Rata-rata orang yang terkena, mereka yang keluar masuk Pinrang. Rata-rata mereka asli orang Pinrang. Saya bingung terus terang saya sampaikan. Tapi ini terus menjadi bahan evaluasi kita, mudah-mudahan kita bisa menekan," ungkapnya.

(nvl/nvl)