Keluarga Bocah Korban Peluru Nyasar di Pademangan Desak Polisi Usut Pelaku

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 01:27 WIB
ilustrasi penembakan
Foto: Internet
Jakarta -

Pihak keluarga telah melaporkan insiden peluru nyasar yang mengakibatkan korban, IA (11) mengalami luka di punggungnya. Keluarga berharap polisi segera mengungkap insiden tersebut.

"Kalau harapan keluarga atau saya itu pelakunya cepat ketangkep dan seperti apa penanganannya dari penegak hukum, jangan sampai keluarga lain jadi sasaran seperti itu. Kalau tanggung jawab, kalau bisa memang pihak kepolisian harus mengusut tuntas," kata kakek korban, Gatot Sudarto saat dihubungi detikcom, Senin (22/6/2020) malam.

Gatot juga meminta pelaku untuk bertanggung jawab atas kejadian itu.

"Jangan sampai kita diem, kekhawatiran kami luas sekali, apalagi orang yang nggak punya itu jaminannya seperti apa? Anak saya juga itu nggak ada jaminan BPJS, alhamdulillah itu asuransi dari kerjaan anak saya itu yang menanggung (biaya operasi)," tutur Gatot.

Bocah IA diduga menjadi korban peluru nyasar ketika sedang bermain bersama teman-temannya di pinggir Kali Ciliwung di wilayah Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Selasa (16/6) malam. Korban tiba-tiba merasakan punggungnya seperti ditepuk.

"Tiba-tiba itu anak itu merasa kayak ditepuk. Terus anak-anak (teman korban) bilang 'dipukul sama setan', itu kejadiannya kan jam 09.00 WIB malam," imbuhnya.

Setelah kejadian itu, korban kemudian pulang dan menyampaikan ke keluarga bahwa punggungnya merasakan sakit. Keluarga menduga korban menjadi korban peluru nyasar, setelah melihat ada lubang di bagian punggung korban. Saat itu, darah juga terus merembes keluar dari punggung korban.

Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit pada keesokannya atau Rabu (17/6) siang. Korban di-rontgen dan hasil rontgen menunjukkan adanya peluru yang bersarang di punggung korban.

"Hasil rontgen hanya dikasih unjuk, pelornya itu hanya lewat foto di HP, warnanya kuning. Bahkan dokternya menyampaikan itu peluru tajam," kata Gatot.

Korban telah menjalani operasi pengangkatan proyektil di RS Polri, Kramat Jati. Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Pademangan.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian itu. Budhi mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki insiden tersebut.

"Betul, ada laporan tanggal 17 Juni. Saat ini masih kami selidiki," kata Budhi dalam keterangannya kepada detikcom.

(mei/dwia)