Tumor 40 Kg Bersarang di Rahim Nurhayati
Senin, 26 Des 2005 19:50 WIB
Pekanbaru - Nurhayati (41) warga Kabupaten Pelalawan, Riau, mungkin tidak menyangka akan kuat mengidap tumor selama 10 tahun. Bahkan berat tumor itu kini sudah mencapai 40 kg yang membuat perutnya membuncit. Nur, itulah sebutan wanita malang asal Desa Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Sudah tiga hari ini wanita berkulit hitam itu dirawat di RSUD Pekanbaru, Jl Hang Tuah Pekanbaru. Istri seorang petani ini, sudah lebih dari 10 tahun menderita tumor. Selama itu pula, dia enggan berobat ke Puskesmas karena ketidaan ekonomi. "Saya tidak pernah periksa apapun soal penyakit ini. Tapi karena dipaksa tetangga, akhirnya saya dibawa ke rumah sakit," jelas Nur saat ditemui detikcom di Ruang Camar lantai II RSUD Pekanbaru, Senin (26/12/2005). Nur mengaku, kendati tumor itu telah bersarang begitu lama, tapi dia tidak merasakan sakit apapun. Yang dirasa hanyalah kondisi perutnya yang terus membengkak. Malah, ketika melahirkan anaknya yang ke delapan, dia sudah merasakan adanya benjolan di bagian bawah perutnya. "Tapi saya tidak tahu kalau benjolan tumor," katanya. Walau tumor itu sudah bersarang, atas kebesaran tuhan, kelahiran anak ke 8 sampai ke 11 masih berjalan normal. Walau akhirnya dari 11 anak itu hanya 6 orang yang hidup. "Walau saya kena penyakit tumor, tapi masih bisa melahirkan empat orang anak lagi," tuturnya polos. Nur sendiri selama dalam perawatan di RSUD mendapat dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Segala biaya yang ditimbulkan untuk mengangkat tumor dalam rahimnya sepenuhnya ditanggung Pemkab Pelalawan. "Alhamdulillah, pemerintah mau membayar semua biaya rumah sakit," ujarnya. dr Syukuri SpOg, salah satu tim dokter yang akan mengangkat tumor Nur, mengatakan, dari hasil pemeriksaan tumor yang ada di dalam kandungan telur masih tergolong jinak. Diperkirakan, berat tumor itu sudah mencapai 40 kg. "Kondisi perut yang membesar, kita harus menyedot lendir di dalam perutnya. Selama tiga hari ini, sudah 7,5 kg lendir tumor itu sudah kita keluarkan," tandas Syukri.Dia menjelaskan, secara medis, tumor yang begitu besar tidak bisa sekaligus diangkat dari dalam perut. Sebab, kondisi jantung Nur sudah terhimpit ke atas. Karena itu, pengambilan cairan harus secara bertahap agar jantungnya bisa menyesuaikan. "Kalau satu kali angkat, nanti malah jantungnya tidak bisa menyesuaikan. Itu bisa berbahaya pada kondisi pasien," tambah Syukri. Dia menyebutkan, baru kali ini pihak RSUD Pekanbaru menangani pasien tumor seberat 40 kg. Karena itu pihak rumah sakit telah membentuk tim pembedah dengan beranggota 7 dokter spesialis. "Bila tidak ada halangan, tiga hari lagi baru bisa kita operasi tumor tersebut," kata Syukri.
(ton/)











































