Usai Diperiksa KPK di Kasus Suap-Gratifikasi Rp 46 M, Istri Nurhadi Bungkam

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 19:08 WIB
Istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida.
Istri Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, telah selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar. Tin tak berkomentar apa pun setelah menjalani pemeriksaan di KPK.

Tin keluar gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020), sekitar 18.30 WIB. Tin yang memakai baju oranye dan kerudung merah muda itu tampak menenteng tas.

Ia terlihat berjalan terburu-buru meninggalkan gedung KPK. Tin tak menjawab satu pun pertanyaan dari wartawan.

Tin hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto. Pemeriksaan Tin ini merupakan penjadwalan ulang setelah pada Senin (15/6), dia tidak hadir ke KPK karena sakit.

Istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida.Istri Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida (Ibnu/detikcom)

Tin sebelumnya turut diamankan ketika KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, di Simprug, Jaksel, Senin (1/6) malam. Tin diamankan dan diperiksa sebagai saksi.

"Juga dibawa ke KPK itu istrinya NHD (Nurhadi). Memang benar kami juga membawa serta selain DPO, yaitu NHD (Nurhadi) dan RHE (Rezky Herbiyono), juga istri dari NHD (Tin Zuraida), statusnya sebagai apa? Statusnya sebagai saksi," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Selasa (2/6).

Saat itu, Ghufron kemudian menjelaskan alasan Tin turut diamankan saat penangkapan Nurhadi dan Rezky. Kata dia, Tin kerap mangkir ketika dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Menurut Ghufron, yang dilakukan KPK sesuai dengan ketentuan dalam KUHAP.

"Kenapa dibawa? Sebagaimana ketentuan undang-undang hukum acara pidana, terhadap orang yang dipanggil secara sah dua kali berturut-turut tidak hadir maka panggilan selanjutnya dengan perintah untuk membawa, jadi statusnya membawa ke KPK dalam status sebagai saksi," ujar dia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Nurhadi bersama Hiendra bersama menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Kemudian, pada Senin (1/6) malam, KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan. Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun hingga kini Hiendra belum juga tertangkap.

(ibh/idn)