John Kei dkk Masih Diperiksa di Polda Metro Terkait Penembakan di Green Lake

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 22 Jun 2020 09:41 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, John Kei menghadiri sidang pembacaan pembelaanya yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, John Kei mengajukan pembelaan atas tuntutan 14 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum. File/detikFoto.
John Kei (Agung Pambudhy/detikcom)

Sebelumnya, John Kei dan puluhan anak buahnya ditangkap di markasnya di kawasan Medan Satria, Kota Bekasi, pada Minggu (21/6) malam. Di lokasi tersebut, polisi mengamankan 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah katapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, 17 buah HP, dan 1 buah dekoder.

Penggerebekan ini terkait dengan peristiwa penembakan di Green Lake, Tangerang, terjadi kemarin siang sekitar pukul 12.00 WIB dan pembacokan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakbar. Polisi menyampaikan bahwa dua peristiwa di dua lokasi tersebut berkaitan.

Dalam peristiwa di Green Lake, Tangerang, rumah warga berinisial N diserang. Pelaku juga menembak ke arah rumah N ini.

Dalam kejadian itu, para pelaku juga sempat melepaskan tembakan ketika sekuriti menutup pagar perumahan. Para pelaku kemudian menabrak pagar perumahan dan melarikan diri.

Dalam waktu yang bersamaan, Minggu (21/6) siang, seorang pria berinisial YCR dibacok di ABC, Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Jakarta Barat. Korban diadang oleh 5 orang yang membawa senjata tajam.

YCR yang memegang kendali motor menjadi sasaran sabetan senjata tajam lantas terjatuh dari sepeda motornya. YCR, yang telah bersimbah darah, tiba-tiba dilindas mobil yang juga diduga termasuk kelompok pelaku itu. Setelah itu, para pelaku kabur dari tempat kejadian.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan bahwa dua kejadian di Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi adalah satu rangkaian peristiwa yang dilakukan oleh kelompok John Kei.

"Sama, satu rangkaian. Kemungkinan satu itu. Mereka kan saling kenal jadi saling jadi gampang teridentifikasi. Jadi sementara kita amankan 25 orang itu dulu," kata Direktur Kriminal Umum, Kombes Tubagus Ade Hidayat, saat dihubungi, Minggu (22/6).


(mei/fjp)