Menteri Luar (Menlu) Retno Marsudi melantik Duta Besar (Dubes) RI untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto, menjadi Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (Dirjen Protkons). Atas jabatan baru ini, Andy juga menjabat sebagai Kepala Protokol Negara (KPN).
Pelantikan digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (19/6) kemarin dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pelantikan juga dilakukan terhadap pejabat Eselon I dan II lainnya di lingkungan Kemlu.
Andy yang saat ini masih bertugas di Amman, akan bertanggung jawab dalam bidang tugas keprotokolan, kekonsuleran, pelindungan WNI, dan fasilitas diplomatik. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2018, selain sebagai Dirjen Protkons, secara ex officio, Andy juga menjabat sebagai KPN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jabatan baru ini merupakan amanah dan tanggung jawab sebagai pengabdian pada bangsa dan negara," kata Andy dalam keterangan yang diterima, Sabtu (20/6/2020).
![]() |
Andy juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pimpinan Kemlu untuk menunaikan tugas baru tersebut. Sebagai KPN, Andy akan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan keprotokolan acara kenegaraan dan acara resmi, termasuk mengatur kunjungan kenegaraan/kunjungan kerja Presiden dan Wakil Presiden ke luar negeri serta pengaturan keprotokolan bagi kunjungan tamu negara ke Indonesia.
Sebelumnya Dubes Andy pernah menjabat sebagai Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata,Kemlu. Beliau juga pernah bertugas pada KBRI New Delhi dan PTRI New York, termasuk mengurusi beberapa kali kunjungan Presiden dan Wakil Presiden pada saat penugasan tersebut.
Di tengah situasi pandemi COVID-19, peran Direktorat Jenderal Protkons sebagai satu-satunya unit pelayanan di Kemlu menjadi semakin penting dan krusial, khususnya dalam melayani dan melindungi WNI di luar negeri yang terdampak COVID-19.
Andy berjanji akan meneruskan kinerja baik yang telah dilakukan pendahulunya serta melakukan perbaikan bagi pencapaian kinerja yang lebih baik. Di masa pandemi dan kenormalan baru (new normal) melalui pembatasan sosial dan menjaga jarak, penggunaan platform informasi dan teknologi menjadi sebuah keniscayaan.
"Ke depan diperlukan strategi pelayanan protkons 4.0 yang berbasis elektronik dan digital," tegas Andy.