Mahasiswa UGM Tuntut Dana Bantuan Tsunami Diaudit

Mahasiswa UGM Tuntut Dana Bantuan Tsunami Diaudit

- detikNews
Senin, 26 Des 2005 12:35 WIB
Yogyakarta - Setahun tsunami juga diperingati di Yogyakarta. Puluhan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menngelar aksi memperingati setahun musibah tersebut. Dalam aksi itu mereka mengingatkan kepada pemerintah agar dana bantuan bagi korban tsunami dan dana untuk pembangunan kembali di Aceh agar diaudit."Ada aroma korupsi dan penyelewengan berbagai dana bantuan kemanusiaan dan rehabilitasi pascatsunami di Aceh. Oleh karena itu kami menuntut semua danatersebut diaudit dan diumumkan secara transparan," kata Sherly Panambang, ketua Departemen Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM dalam aksi di Bunderan Kampus UGM, Bulaksumur Yoyakarta, Senin (26/12/2005).Menurut Sherly, tanggung jawab pemerintah dalam membantu para korban tsunami terlihat tidak serius, sehingga masih banyak korban tsunami yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsi. Saat ini, lebih dari 100 ribu pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda darurat, barak penampungan dan sebagian lagi tinggal di rumah-rumah saudara atau kerabatnya.Sementara itu ribuan bangunan sekolah yang luluh-lantak akibat bencana masih belum banyak yang didirikan atau dibangun lagi. Selama tahun 2005 inigedung sekolah yang dibangunan baru 20 persendari 1.600 unit sekolah yang rusak. Demikian pula dengan bantuan makanan, kesehatan kepada warga juga minim sekali. Sedang bantuan untuk pembangunan rumah-rumah yang tertimpa bencana masih belum merata. "Ini harus segera diselesaikan bila tidak akan muncul masalah sosial lainya," tegas Sherly.Sherly mengatakan, dana bantuan kemanusian untuk Aceh dari berbagai negara terus mengalir. Dana bantuan yang diterima melalui pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) jumlahnya mencapai 7 miliar dolar AS. Tapi kenyataannya, hingga saat ini masih ratusan ribu warga Aceh yang tinggal di tenda dan barak pengungsian. "Ini menunjukkan pemerintah tidak serius membantu masyarakat Aceh," katanya.Dalam aksinya itu, BEM UGM mendesak pemerintah segera melakukan pembangunan rumah bagi para korban tsunami. Pemerintah harus segera merekonstruksi bidang pendidikan dan pembinaan sosial keagamaan dan segera membangun infrastruktur penopang aktivitas ekonomi di Aceh. Selain berorasi, para mahasiswa juga mengedarkan sumbangan bagi rakyat Aceh kepada para pengguna jalan yang melintas di kawasan Bulaksumur. Aksi diakhiridengan mengheningkan cipta dan berdoa bersama-sama untuk warga Aceh. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads