Balada Nazaruddin: Gaduh Sebelum Masuk Bui, Bebas Jadi Sensasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 09:51 WIB
Terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin, menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa sabagai saksi untuk kasus dugaan korupsi Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana pada 2009-2011, dan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan pada 2010-2011.
M Nazaruddin saat menjalani pemeriksaan di KPK kala sudah berstatus sebagai terpidana (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Lagi-lagi bukan namanya Nazaruddin kalau tak bikin kontroversi. Status JC yang disebut Ditjen Pas untuk Nazaruddin itu ditepis KPK. Lembaga antikorupsi itu menegaskan tidak pernah menetapkan Nazaruddin sebagai JC. Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menegaskan bila KPK hanya menerbitkan surat keterangan bekerja sama dengan Nazaruddin pada 2014 dan 2017.

Bahkan, KPK mengaku beberapa kali menolak permintaan rekomendasi yang diajukan terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang M Nazaruddin untuk mendapatkan asimilasi kerja sosial dan pembebasan bersyarat. KPK pun meminta Ditjen Pas lebih selektif dalam memberikan hak-hak warga binaan kepada terpidana kasus korupsi.

"Kami sampaikan kembali bahwa KPK tidak pernah menerbitkan surat ketetapan JC untuk tersangka MNZ (M Nazaruddin). Benar kami telah menerbitkan dua surat keterangan bekerja sama yang bersangkutan tahun 2014 dan 2017 karena telah bekerja sama pada pengungkapan perkara, dan perlu diingat saat itu dua perkara MNZ telah inkrah," sebut Ali.

NazaruddinPotret lawas Nazaruddin saat ditangkap (Foto: dok detikcom)

"Dengan demikian, surat keterangan bekerja sama tersebut menegaskan bahwa pimpinan KPK saat itu tidak pernah menetapkan M Nazaruddin sebagai justice collaborator (JC)," sambung Ali.

Terlepas dari perdebatan mengenai status itu kini Nazaruddin telah menghirup udara bebas meski statusnya Cuti Menjelang Bebas (CMB). Dalam aturan disebutkan bilamana Nazaruddin melanggar syarat-syarat CMB itu maka dapat kembali dimasukkan ke penjara.


(dhn/fjp)