Balada Nazaruddin: Gaduh Sebelum Masuk Bui, Bebas Jadi Sensasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 09:51 WIB
Terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin, menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa sabagai saksi untuk kasus dugaan korupsi Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana pada 2009-2011, dan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan pada 2010-2011.
M Nazaruddin saat menjalani pemeriksaan di KPK kala sudah berstatus sebagai terpidana (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Tercatat Nazaruddin membisikkan sejumlah informasi ke KPK mengenai perkara korupsi pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, perkara pengadaan e-KTP di Kemendagri, dan perkara dengan terdakwa Anas Urbaningrum. Nama Nazaruddin lantas lekat dengan informasi-informasi yang diduga bakal menyeret para pesohor.

Waktu berlalu hingga tiba-tiba pada 14 Juni 2020 terbersit informasi bebasnya Nazaruddin dari Lapas Sukamiskin di Bandung. Nazaruddin sebetulnya akan selesai menjalani pidana pada 13 Agustus 2020 tetapi pengajuannya untuk mendapatkan cuti menjelang bebas (CMB) disetujui berdasarkan putusan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas).

"Muhammad Nazaruddin mendapat cuti menjelang bebas (CMB) terhitung mulai 14 Juni 2020 atau selama dua bulan karena memenuhi persyaratan berdasarkan Pasal 103 Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas Kemenkum HAM, Rika Aprianti dalam siaran pers, Kamis (17/6/2020).

"Cuti Menjelang Bebas (CMB) selama remisi terakhir sebesar dua bulan tidak mensyaratkan rekomendasi dari instansi terkait (KPK)," sambung Rika menegaskan.

Nazaruddin diketahui telah membayar lunas subsider sebesar Rp 1,3 miliar dan oleh karenanya yang bersangkutan mendapat hak remisi sejak tahun 2014 sampai dengan 2019. Baik remisi umum maupun remisi khusus keagamaan, dan remisi terakhir yaitu selama 2 bulan Remisi Khusus Idul Fitri tahun 2020.

"Pemberian remisi itu menegaskan status Nazaruddin sebagai JC (Justice Collaborator), karena remisi tidak mungkin diberikan pada narapidana kasus korupsi yang tidak menjadi JC sesuai PP 99/2012," kata Rika.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5