Balada Nazaruddin: Gaduh Sebelum Masuk Bui, Bebas Jadi Sensasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 09:51 WIB
Terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games Palembang, Muhammad Nazaruddin, menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa sabagai saksi untuk kasus dugaan korupsi Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana pada 2009-2011, dan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Selatan pada 2010-2011.
M Nazaruddin saat menjalani pemeriksaan di KPK kala sudah berstatus sebagai terpidana (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)

Saat itu Nazaruddin diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat carter yang mencapai Rp 4 miliar yang diambil dari anggaran KPK. Total waktu perjalanan sekitar 40 jam dan transit ke sejumlah negara seperti Kongo, Kenya, Senegal, dan Maladewa. Dari Maladewa pesawat langsung terbang ke Jakarta.

Begitu tiba di Indonesia Nazaruddin menjalani proses hukum. Dia dipidana kurungan selama 13 tahun untuk 2 perkara.

Kasus pertama yang menjerat Nazaruddin adalah kasus suap wisma atlet di mana Nazaruddin terbukti menerima suap Rp 4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Vonis 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta dibebankan kepada Nazaruddin pada 20 April 2012. Namun vonis itu diperberat Mahkamah Agung (MA) menjadi 7 tahun dan denda Rp 300 juta.

NazaruddinPotret Nazaruddin saat tiba di Indonesia (Foto: dok detikcom)

Kemudian kasus kedua berkaitan dengan gratifikasi dan pencucian uang. Dia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar.

Total hukuman 13 tahun penjara untuk Nazaruddin itu dijalaninya sejak 2012. Dari dalam bui Nazaruddin masih terus 'bernyanyi' beberapa kali mengenai skandal-skandal korupsi yang diduga melibatkan berbagai macam tokoh.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5