Bermain Gawai di KRL Tingkatkan Risiko Terkena Virus Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 03:36 WIB
Dokter Edward soal gawai di KRL
Foto: Dokter Edward (Dok. BNPB)
Jakarta -

Bagi para kaum commuter yang tinggal di wilayah Jabodetabek perjalanan menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau commuter line untuk menuju ke tempat kerja, sekolah, atau pusat kegiatan lainnya menjadi pilihan utama. Selain murah dan efektif, penggunaan KRL juga lebih efisien dibanding moda transportasi umum lainnya.

Selama pandemi virus Corona (COVID-19), penggunaan KRL dibatasi dan diperketat dengan protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona bagi para penggunanya.

Selain itu, waktu operasional juga telah disesuaikan untuk menghindari terjadinya lonjakan penumpang. Pada penerapan protokol kesehatan di dalam KRL, menjaga jarak atarpenumpang dan memakai masker menjadi aturan yang diwajibkan. Hal ini dimaksudkan agar penularan virus melalui droplet dapat dihindari.


Aturan lain yang juga dianjurkan adalah tidak memainkan gawai seperti handphone dan tablet. Sebab perangkat tersebut berpotensi tercemar oleh virus.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Junior Doctor Network, dr. Edward Faisal Sp.PD mengatakan bahwa sejumlah virus, termasuk SARS-CoV-2 atau Corona jenis baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari.

"Saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah," kata dokter Edward, dalam keterangan tertulis Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Rabu (17/6/2020).

Menurut dokter Edward, virus yang dapat menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Dalam hal ini tentunya penularan atau pencemarannya lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar.

Selanjutnya
Halaman
1 2