Vonis Bebas Sofyan Basir Dikuatkan MA, KPK Pertimbangkan Upaya Hukum Lanjutan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 20:41 WIB
Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan jaksa atas vonis bebas kepada mantan Dirut PLN, Sofyan Basir. Bagaimana respons KPK terhadap putusan MA?

"KPK tentu wajib menghormati putusan pengadilan. Meskipun dari sejumlah pihak lain yang diproses dalam kasus korupsi terkait PLTU Riau-1 ini semuanya divonis bersalah oleh pengadilan, tapi KPK tetap hormati independensi peradilan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (17/6/2020).

Ali mengaku pihaknya belum menerima salinan putusan MA yang menguatkan vonis bebas untuk Sofyan Basir. Dia memastikan KPK akan segera mengkaji langkah hukum yang dapat dilakukan setelah menerima salinan putusan tersebut.

"Namun, KPK saat ini belum menerima putusan lengkapnya. Nanti, jika sudah ada putusan lengkap, kami akan mempelajari pertimbangan-pertimbangan putusan kasasi tersebut, sehingga dapat dianalisa lebih lanjut apa langkah hukum berikutnya yang dapat dilakukan KPK," terang Ali.

Ali menegaskan KPK menyakini bukti kasus PLTU Riau-1 yang mereka miliki kuat. Dia menyebut KPK meyakini seluruh rangkaian perbuatan Sofyan Basir telah diuraikan secara jelas dalam surat dakwaan.

"Perlu kami tegaskan, KPK dari awal proses penyelidikan, penyidikan hingga penuntutan meyakini bukti-bukti dalam perkara ini kuat. Kita bisa melihat fakta-fakta hukum hasil persidangan perkara terdakwa Eni Maulani S, Johanes Budi S dan Idrus M, yang seluruhnya telah terbukti bersalah dan mempunyai kekuatan hukum tetap," papar Ali.

"Sehingga, KPK juga meyakini bahwa ada bukti permulaan yang cukup yang kemudian diperdalam pada proses penyidikan dan seluruh rangkaian perbuatan terdakwa Sofyan Basyir tersebut telah terurai jelas di dalam surat dakwaan JPU," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2