Cerita Mahasiswa UI Asal Uganda yang Tinggal di RI Selama Pandemi Corona

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 18:29 WIB
Semukasa Philimon
Semukasa Philimon bersama teman-teman kuliahnya. (Dok Istimewa)
Jakarta -

Mahasiswa asal Uganda, Afrika Timur, Semukasa Philimon, tengah berkuliah program magister (S2) di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI). Selama dilakukannya kuliah secara daring karena pandemi virus Corona (COVID-19), Philimon memilih tetap tinggal di Indonesia, yakni di tempat kosnya di Asrama UI.

"Saat itu, harga tiket mahal sekali dan saya juga ragu apakah bandara buka atau tidak, sehingga saya memutuskan untuk tetap berkuliah online dari kamar asrama saya saja. Lagi pula, saya juga menargetkan akan menyelesaikan perkuliahan dan akan kembali di tahun ini," ujar Philimon, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).

Philimon kini sudah lancar menggunakan bahasa Indonesia. Selama tinggal di asrama, Philimon kerap merasa bosan karena penghuni asrama sudah banyak yang kembali ke rumahnya dan hanya tersisa 68 orang.

"Sebelumnya, asrama ini sangat ramai, saya bisa menghabiskan waktu senggang bersama teman asrama maupun teman di kampus, namun sekarang, hanya tersisa 68 mahasiswa penghuni asrama," kata Philimon.

Kemudian untuk melawan rasa bosan, ia kerap berolahraga keliling UI di sore hari atau bermain futsal. Philimon juga mengaku telah merasakan momen kekeluargaan dengan teman-temannya di Indonesia.

"Ya, saya menyebut semua penghuni di asrama ini adalah keluarga saya, baik itu para mahasiswa, maupun pengelola asrama. Saya merasa asrama ini adalah second home saya, ada bapak saya juga di asrama ini, yaitu Kepala Asrama UI. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia memberi satu sisi positif, saya jadi bisa merasakan momen kekeluargaan di sini," ungkapnya.

Semukasa PhilimonSemukasa Philimon bersama teman kuliahnya. (Dok Istimewa)

"Makanan kami disiapkan oleh pengelola Asrama UI. Pagi, siang, malam, semua sudah tersaji. Kadang, kami suka membahas bersama-sama, makanan apa lagi yang harus dimasak. Kami pernah masak daun pepaya, saya kaget, pahit sekali. Lalu pernah juga kami memasak daun singkong, sayur asem, sambal. Meskipun makanan sudah disiapkan oleh pengelola Asrama UI, tetapi tidak ada tambahan biaya yang dibebankan kepada kami selain iuran bulanan," tambah Philimon.

Sejak kuliah secara online diberlakukan, Philimon dan teman-temannya juga banyak menerima dukungan dari orang lain. Ia menuturkan banyak menerima bantuan makanan dan dukungan dari banyak pihak.

"Pihak fakultas juga selalu mengontak saya untuk memastikan apakah saya baik-baik saja dan bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. Pihak klinik makara dan keamanan kampus juga luar biasa mendukung kami yang masih tinggal di asrama ini," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2