Solusi Kemendikbud soal 'Boros Kuota' Saat Siswa Belajar di Rumah

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 15:55 WIB
MOSCOW, RUSSIA - MARCH 20, 2020: Recording an online lecture for students of the Russian University of Transport. The universitys rector Alexander Klimov ordered to shift the secondary vocational education programs to online learning amid the COVID-19 coronavirus pandemic, starting from March 23, 2020. Sergei Savostyanov/TASS (Photo by Sergei SavostyanovTASS via Getty Images)
Foto ilustrasi siswa belajar di rumah: pool
Jakarta -

Beberapa orang tua mengeluhkan sejumlah kendala yang mereka hadapi saat anaknya belajar dari rumah (BDR). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyarankan agar sekolah dapat melakukan pembelajaran luar jaringan.

"Untuk siswa atau sekolah yang kesulitan akses internet, tingginya biaya pulsa, atau tidak adanya gadget yang bisa dipakai, maka sekolah atau guru melakukan pembelajaran luar jaringan," kata Plt Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).


Hamid menjelaskan pembelajaran luar jaringan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Guru dapat menggunakan bahan ajar buku, modul, hingga siaran BDR dari radio dan televisi. Selain itu, Hamid mengatakan guru dapat mengajar langsung ke rumah siswa dengan batas maksimal lima siswa.

"Siswa belajar melalui buku atau modul atau melalui BDR melalui RRI atau TVRI, dan tetap diberi panduan apa yang dipelajari, tugas-tugasnya apa saja, dan kapan guru berkunjung ke rumah siswa atau ke kelompok belajar siswa maksimal lima orang," ujar Hamid.


Diketahui, pembelajaran dari rumah imbas pandemi virus Corona masih akan berlanjut bagi sebagian besar siswa. Selama beberapa bulan terakhir, perubahan ini juga berdampak pada orang tua siswa.

Ada sederet keluhan yang dirasakan orang tua saat anaknya belajar di rumah. Keluhan yang pertama adalah soal peralatan. 'Sekolah online' berarti butuh gadget yang menunjang, kuota, hingga sinyal yang baik. Terkadang hal itu menjadi kendala.

"Yang paling ganggu itu soal sinyal ya. Kadang begini, ketika mereka lagi belajar sama gurunya, tiba-tiba sinyalnya hilang. Nah kan jadi nggak kedengaran jelas apa yang disampaikan guru," kata salah satu orang tua bernama Basaria Siahaan saat dihubungi, Rabu (17/6).

Tonton video 'Aturan Kemendikbud soal Pembukaan Sekolah':

(zap/zap)