DMI Atur Jumatan 'Ganjil Genap' Nomor HP, Anwar Abbas: MUI Tak Kenal Cara Itu

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 09:43 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Sekjen MUI Anwar Abbas (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Dewan Masjid Indonesia atau DMI mengatur pelaksanaan salat Jumat 2 gelombang berdasarkan ganjil-genap nomor HP. Sekjen MUI Anwar Abbas menjelaskan pandangan MUI mengenai pelaksanaan salat Jumat.

"Kalau bagi MUI, salat Jumat itu pada dasarnya hanya satu kali. Jadi tidak bergelombang. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi kita umat Islam untuk menyediakan tempat penyelenggaraan salat Jumat yang banyak di masa pandemi karena kita menerapkan physical distancing," kata Anwar Abbas saat dimintai konfirmasi, Rabu (17/6/2020).

Anwar Abbas lalu menjelaskan dua pendapat mengenai jemaah yang tak tertampung di masjid ketika hendak salat Jumat.

"Jika mereka sudah datang di awal waktu tapi mereka tidak tertampung, maka anggota komisi terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu yang pertama berpendapat bahwa mereka tidak perlu salat Jumat, tapi menggantinya dengan salat Zuhur yang diselenggarakan secara sendiri-sendiri atau berjemaah," sebut Anwar Abbas.

"Yang kedua berpendapat mereka boleh melaksanakan salat Jumat seperti biasa di masjid dan atau tempat salat Jumat tersebut," urai Anwar.

Anwar Abbas menyebut tempat pelaksanaan salat Jumat harus diperbanyak. Dia mengatakan MUI pada dasarnya tidak menganut paham salat Jumat bergelombang.

"Untuk itulah supaya semua orang tertampung maka harus diupayakan untuk mencari dan memperbanyak tempat penyelenggaraan salat Jumatnya. Jadi MUI tidak menganut paham salat Jumat bergelombang. Sebab, dalam paham ini, orang bisa saja datang di gelombang kedua sehingga prinsip fas'aw, yaitu bersegera tidak tegak padahal itu adalah perintah. Tapi dia sudah bersegera tapi tidak tertampung maka pilihannya adalah dua hal di atas," sebut Anwar.

Tonton video 'UAS Bicara Hukum Salat Berjemaah Jarak Jauh dan Melalui TV-Radio':