Round-Up

Akhir Pelarian 2 Penusuk-Perampas Senjata Polisi di Palembang

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 06:50 WIB
Polisi saat menunjukkan barang bukti penusukan-perampasan senjata polisi di Palembang (Foto: Raja Adil/detikcom)
Foto: Polisi saat menunjukkan barang bukti penusukan-perampasan senjata polisi di Palembang (Foto: Raja Adil/detikcom)
Palembang -

Peristiwa penyerangan terhadap anggota polisi di Palembang terungkap. Ternyata pangkal masalahnya gegara utang, korban ditusuk dan senjata dirampas.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi meluruskan informasi yang menyebutkan kalau korban, Aipda Andry Muzakir (38) dirampok di kediamannya. Supriadi menjelaskan, penusukan terhadap korban akibat salah paham.

"Jadi mau saya luruskan apa yang dibilang warga. Sebenarnya itu bukan perampokan, tapi salah paham," ujar Supriadi, ketika dimintai konfirmasi, Senin (15/6).



Supriadi mengatakan korban dan dua pelaku saling kenal sejak korban masih dinas di Bangka Belitung. Setelah korban pindah ke Sat Sabhara Polrestabes Palembang, mereka bertemu di rumah kontrakan.

"Mereka sempat makan bareng pada pukul 01.00 WIB dini hari. Entah apa yang terjadi, pada pukul 03.00 WIB terjadilah keributan itu," kata Supriadi.

Supriadi menyebut dalam keributan itu korban diduga ditusuk sembilan kali mulai dari tangan hingga punggung. Korban pun sempat mengamankan barang diduga pistol yang belakangan diketahui adalah airsoft gun milik pelaku.

"Untuk senjata milik korban jenis V2 masih dicari, termasuk pelakunya," kata Supriadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2