ADVERTISEMENT

Gugus Tugas COVID: PSBB Jilid III di Makassar Masih Wacana

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 15:39 WIB
Pelayan memasang poster imbauan kepada pengunjung di pintu masuk salah satu warung kopi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/5/2020). Warung kopi yang mulai melayani pengunjung  pascapenerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah itu tersebut menerapkan protokol kesehatan sesuai serat edaran yang diterbitkan Kementerian Kesehatan pada 20 Mei 2020 terkait protokol pencegahan penularan virus Corona untuk mendukung keberlangsungan usaha dan perekonomian masyarakat. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/wsj.
Ilustrasi PSBB (Arnas Padda/Antara Foto)
Makassar -

Pemkot Makassar disarankan oleh tim konsultan Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Selatan agar mengambil kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap ketiga karena jumlah kasus positif virus Corona kian hari terus bertambah. Meski begitu, Gugus Tugas COVID-19 Makassar menyatakan PSBB Jilid III masih sebatas wacana.

"PSBB tahap ketiga belum, masih wacana dengan adanya angka pandemi COVID-19 yang meningkat," ujar juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Makassar, Ismail Hajiali, Selasa (16/6/2020).

Ismail juga menyebutkan penerapan PSBB tahap ketiga merupakan kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Hal tersebut lantaran Kemenkes lah yang memberi izin kepada pemda yang menginginkan PSBB di daerahnya.

"Kita tunggu saja kebijakan pemerintah pusat. Ini bukan maunya pemerintah kota, harus ada pembicaraan khusus antara pemerintah pusat, Pemprov Sulsel, dan Pemkot Makassar," sebut Ismail, yang juga Kadis Kominfo Makassar.

Diketahui jumlah total kasus positif di Makassar sebanyak 1.564 per 14 Juni. Rinciannya, 899 pasien masih dirawat, 567 pasien dinyatakan sembuh, dan 98 pasien lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Makassar, Penjabat Wali Kota Yusran Jusuf merangkul Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar untuk mengedukasi umat beragama agar menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari, khususnya di lingkungan sarana tempat ibadah.

"Memang perlu peran aktif semua pihak secara massif memutus mata rantai COVID-19, ini masalah kita bersama, berdampak langsung pada ekonomi masyarakat sehingga perlu adanya kesadaran dan kedisiplinan dari semua pihak memahami bagaimana pentingnya penerapan protokol kesehatan," ucap mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas ini.

Simak video 'Merry Riana: Berpikir Positif Saja Tak Cukup untuk Hadapi New Normal':

(elz/ear)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT