KPK Panggil Direktur PT HTK Tersangka Pengembangan Kasus Suap Bowo Sidik

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 11:13 WIB
Gedung KPK
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono dalam kasus dugaan suap ke mantan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Taufik dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka.

"TAG dipanggil sebagai tersangka," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).

Taufik merupakan tersangka teranyar, yang dijerat KPK dari hasil pengembangan kasus ini. Dalam pengungkapan awal melalui operasi tangkap tangan (OTT), KPK menjerat 3 orang, yaitu Bowo Sidik, Asty Winasti, dan Indung.

Asty disebut sebagai Marketing Manager PT HTK, sedangkan Indung adalah asisten Bowo Sidik. Ketiganya telah divonis bersalah terlibat dalam transaksi suap, terkait distribusi pupuk menggunakan kapal.

Bowo Sidik sendiri sudah dieksekusi ke Lapas Kelas I Tangerang pada Rabu (18/12/2019) lalu. Dia akan menjalani hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan.

Bowo terbukti menerima suap USD 163.733 dan Rp 311 juta (bila dikurskan dan dijumlah sekitar Rp 2,6 miliar) dalam kasus suap distribusi pupuk menggunakan kapal. Suap itu diterima dari Asty Winasty dan Taufik Agustono. Pemberian suap itu diterima Bowo melalui Indung.

Bowo juga menerima Rp 300 juta dari Lamidi Jimat selaku Direktur Utama PT AIS. Uang tersebut diberikan agar Bowo membantu menagih pembayar utang. PT AIS memiliki piutang Rp 2 miliar dari PT Djakarta Lloyd, berupa pekerjaan jasa angkutan dan pengadaan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, Bowo Sidik menerima gratifikasi SGD 700 ribu dan Rp 600 juta (sekitar Rp 7,7 miliar). Penerimaan gratifikasi tersebut berkaitan dengan pengurusan anggaran di DPR, hingga Munas Partai Golkar.

Simak video 'KPK: Korupsi Eks Dirut PT DI Setara Bansos Untuk 1 Juta KK':

(ibh/dwia)