Round-Up

Nasib Subur Sembiring Dipecat Demokrat Usai Bikin Gonjang-ganjing

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 08:32 WIB
Subur Sembiring dan SBY (Dok. pribadi)
Foto: Subur Sembiring dan SBY (Dok. pribadi)

Tahu dirinya dilaporkan ke polisi, Subur memilih menyikapinya dengan santai. Subur bahkan menantang bukti-bukti yang dilampirkan Irwan dalam laporannya.

"Iya nggak papa, namanya hak mereka melaporkan, silakan saja. Kan hak mereka juga melaporkan, nanti kita lihat bukti-buktinya. Santai sajalah, namanya orang (DPP) lagi panik ya semua dibuatlah, namanya orang panik," kata Subur kepada wartawan, Senin siang.

Subur pun membantah bahwa dirinya mengancam dan menjelaskan soal SK Ketum AHY. Subur beralasan dirinya mengeluarkan pernyataan keras terhadap Demokrat, karena tak kunjung dipublikasikannya SK Menkum HAM soal keabsahan susunan pengurus Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

"Itu bukan ancaman, artinya kan ini saya mengeluarkan statement itu karena 3 minggu SK Menkum HAM tidak dipublikasi, ditahan, ya kan 18 Mei. Kira-kira menyembunyikan itu salah nggak?" terang Subur.

"Bahasa saya 3 minggu sejak 18 Mei SK dari Menkum HAM itu tidak dipublikasi DPP. Kenapa? Ada apa? Takut digugat? Akhirnya saya dapat juga SK itu langsung dari Menteri (Hukum dan HAM)," imbuhnya.

Subur mengaku saat itu dirinya melihat belum adanya SK Ketum AHY, Subur pun menyatakan ada kekosongan di pucuk pimpinan DPP PD. Namun Subur menegaskan bahwa tak ada ancaman dari untuk pengurus DPP.

Forum Pendiri PD bertemu dengan Luhut Binsar (Dok. Istimewa)Forum Pendiri PD bertemu dengan Luhut Binsar (Dok. Istimewa) Foto: Forum Pendiri PD bertemu dengan Luhut Binsar (Dok. Istimewa)

"Ketika disembunyikan itu, saya mengeluarkan statement, karena kalau belum ada SK ya saya bisa mengatakan kekosongan kepemimpinan dong, saya ambil alih, bukan mengancam," ucapnya.

Soal pemecatan, Subur merasa divonis tak adil dengan keputusan DPP PD. Dia menyebut DPP melakukan pemecatan secara sepihak tanpa adanya pemanggilan terlebih dahulu.

"Proses pemecatan itu, kan rapat mereka, kemarin hari Sabtu, saya mau nanya, adilkah dan sesuai mekanisme kah di partai kalau seorang dipecat tanpa dipanggil dulu mendengarkan dulu klarifikasi? Mana bisa (dipecat), kan dipanggil dulu dong harusnya," ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, Subur Sembiring dan sejumlah politikus senior PD yang mengatasnamakan diri sebagai Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD PD) menemui Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkum HAM Yassona Laoly. Mereka menanyakan perihal SK Ketua Umum PD AHY.

Setelah mengetahui Menkum HAM telah menerbitkan SK kepengurusan Ketum AHY, Subur mengancam akan menggugat dengan tujuan SK kepengurusan AHY dibatalkan. Subur juga menyatakan mendapat dukungan dari Yasonna.

"Semoga di gugatan nanti terjadi putusan sela membatalkan SK Kepengurusan DPP PD yang Ketumnya AHY," kata Subur, Rabu (10/6).

Halaman

(aud/lir)