Round-Up

Nasib Subur Sembiring Dipecat Demokrat Usai Bikin Gonjang-ganjing

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 08:32 WIB
Subur Sembiring dan SBY (Dok. pribadi)
Foto: Subur Sembiring dan SBY (Dok. pribadi)

Riefky menyampaikan kepengurusan PD di bawah kepemimpinan AHY sah secara hukum karena telah mendapat Surat Keputusan (SK) dari Menkum HAM pada 18 Mei 2020. DPP Demokrat, sambung Riefky, menerima puluhan aduan dan usulan dari pengurus dan pimpinan DPD/DPC seluruh Indonesia agar Subur disanksi keras yakni pemecatan dari keanggotaan Demokrat.

"Para Ketua DPD dan Ketua DPC tersebut, yang juga hadir dalam Kongres V Partai Demokrat, merasa keberatan dan tidak terima jika saudara Subur Sembiring menganggap Kongres V Partai Demokrat tidak sah. Puncaknya, pada hari Kamis, 11 Juni 2020 para Ketua PAC Partai Demokrat se-Jakarta mengadukan secara resmi tindakan buruk saudara Subur Sembiring dan melaporkannya ke Dewan Kehormatan secara langsung di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta," terang dia.

Masih kata Riefky, para pimpinan partai merasa perbuatan Subur kelewat batas dan tak bisa ditolerir lagi. Riefky menuturkan dewan Kehormatan partai yang kini diketuai oleh Hinca kemudian menerbitkan rekomendasi pemecatan terhadap Subur.

"Atas rekomendasi Keputusan Dewan Kehormatan maka pada Sabtu, 13 Juni 2020, Partai Demokrat secara resmi telah mengeluarkan Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Nomor: 15/SK/DPP.PD/VI/2020 tanggal 13 Juni 2020 tentang Pemberhentian Tetap Sebagai Anggota Partai Demokrat Atas Nama Saudara Subur Sembiring," jelas Riefky.

Riefky menegaskan mulai kemarin lusa, Demokrat tak bertanggung jawab atas perbuatan Subur, karena kadernya itu telah resmi dikeluarkan dari partai.

"Dengan telah dikeluarkannya Surat Keputusan Pemberhentian Tetap saudara Subur Sembiring sebagai Anggota Partai Demokrat ini maka perlu disampaikan kepada publik bahwa mulai hari ini kami tidak lagi bertanggung jawab atas apa yang dilakukan saudara Subur Sembiring karena tindakannya tak lagi dapat dikategorikan mewakili Partai Demokrat," tambah Riefky.

Mewakili partai, Riefky mengimbau Subur menghentikan tindakannya yang mengatasnamakan Demokrat. Subur ditegaskan sudah tidak lagi memiliki hak dan kewajiban sebagai anggota Partai Demokrat.

Subur dilaporkan ke polisi karena diduga mengancam sejumlah pengurus PD. Dia dilaporkan di Polres Tangsel pada Minggu, 14 Juni 2020.

"Kemarin (Minggu, 14 Juni 2020) saya mendatangi Polres Tangsel melaporkan Dr HC Subur Sembiring dengan dugaan tindak pidana pasal 310, dan atau 315 KUHP dan atau pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 1 UU ITE dan diterima polisi untuk segera diproses," kata Wasekjen PD, Irwan dalam keterangan tertulisnya, Senin siang.

Subur dilaporkan ke polisi dengan nomor laporan TBL/613/K/VI/2020/SPKT/Res Tangsel. Selain mempersoalkan kepengurusan Demokrat saat ini, Subur juga diduga mengancam anggota DPR RI Fraksi PD dan pengurus DPD.

Tak hanya itu, Subur disebut mengancam DPC PD yang tersebar melalui video pendek. Irwan meminta Subur berhenti mengganggu PD.

"Untuk saya imbau kepada Subur Sembiring untuk hentikan perbuatan menggangu serta merongrong martabat Partai Demokrat dan bersiap-siap menghadapi proses hukum ke pengadilan," ujar Irwan.

Dihubungi detikcom, Irwan menjelaskan bentuk ancaman Subur ke pengurus PD. Irwan menyebut Subur juga menyatakan akan mengambil alih pimpinan PD.

"Pada intinya di beberapa video dia menyatakan mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat dan mengancam pengurus di pusat dan di daerah yang tidak ikut arahan dia. Subur juga mengancam anggota FPD dengan pergantian antar waktu bagi yang tidak sejalan dengan dia," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3