Round-Up

Nasib Subur Sembiring Dipecat Demokrat Usai Bikin Gonjang-ganjing

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 08:32 WIB
Subur Sembiring dan SBY (Dok. pribadi)
Foto: Subur Sembiring dan SBY (Dok. pribadi)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) memecat kader seniornya, Subur Sembiring karena dinilai kerap membuat kontroversi yang dianggap merugikan partai. Subur juga disebut berulah dengan menyerang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu masih menjabat sebagai ketua umum Demokrat, sekjen partai ketika itu, Hinca Pandjaitan dan terakhir mempersoalkan keabsahan susunan kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020 - 2025 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain dipecat, kini Subur dipolisikan. Dia dilaporkan oleh Wasekjen Partai Demokrat Irwan karena dianggap mengancam sejumlah pengurus partai.

"Manuver politik yang dilakukan saudara Subur Sembiring akhir-akhir ini telah mengundang kecaman dan kemarahan kader Partai Demokrat. Tidak hanya satu atau dua kali saja saudara Subur Sembiring membuat kontroversi yang telah merugikan Partai Demokrat. Yang bersangkutan kerap "bermain-main" di ranah hukum menebarkan hoax yang mendiskreditkan Partai Demokrat," jelas Sekjen PD Teuku Riefky Harysa dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2020).

Riefky mengungkap Demokrat selama ini masih mentolerir sikap Subur. Bahkan Demokrat masih memberikan kesempatan kepada Subur untuk maju sebagai caleg DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil Sumut I pada Pileg 2019 lalu.

"Tak lama setelah Pemilu 2019, baru saja Ketua Umum Bapak SBY kehilangan istri tercintanya, pada bulan Juni 2019, saudara Subur Sembiring malah menghujat Ketum SBY dan Sekjen Hinca Pandjaitan yang dianggap tidak lagi mampu memimpin Partai. Pernyataan yang disampaikan saat itu sangat melukai Partai Demokrat," katanya.

"Saat itu, partai masih bersabar dan bahkan memberikan ruang kepada yang bersangkutan untuk mengikuti jalannya Kongres V Partai Demokrat pada tanggal 15 Maret 2020," lanjut Riefky.

Terkait Subur dengan sejumlah kader Demokrat yang mempersoalkan kepengurusan Demokrat di bawah pimpinan AHY, Riefky menyampaikan saat kongres dilakukan tak ada protes dari Subur.

"Pada saat pelaksanaan Kongres pun, saudara Subur Sembiring sama sekali tidak mempermasalahkan jalannya Kongres yang secara aklamasi memutuskan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025," ujar Riefky.

Riefky menduga Subur kembali bermanuver karena tak masuk dalam daftar kepengurusan DPP partai. Menurutnya hal tersebut yang menjadi alasan Subur melancarkan serangan ke partainya sendiri.

"Saudara Subur Sembiring menjadi frustrasi dan melakukan manuver politik untuk mendiskreditkan Partai Demokrat. Saudara Subur Sembiring tidak mengakui legalitas Kongres V Partai Demokrat 15 Maret 2020 dan mempertanyakan keabsahan susunan kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020 - 2025 di bawah kepemimpinan Ketum AHY," sebut Riefky.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi menjadi Ketum Partai Demokrat 2020-2025. Ia menggantikan ayah kandungnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi menjadi Ketum Partai Demokrat 2020-2025. Ia menggantikan ayah kandungnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto: Agung Pambudhy

Selanjutnya
Halaman
1 2 3