43 Gereja di Yogya Disterilkan

43 Gereja di Yogya Disterilkan

- detikNews
Sabtu, 24 Des 2005 13:16 WIB
Yogyakarta - Menjelang perayaan Natal, sekitar 43 gereja di Kota Yogyakarta telah disterilisasi oleh aparat Poltabes Yogyakarta. Kecuali umat Kristiani yang hendak beribadah, sebelum misa dimulai seluruh akses jalan menuju gereja di Yogyakarta ditutup bagi pengendara kendaraan bermotor."Jalan akan dibuka lagi setelah proses perayaan Natal masing-masing gereja selesai. Penutupan ini kami maksudkan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi umat yang akan merayakan Natal," kata Kapoltabes Yogyakarta, Kombes Condro Kirono kepada wartawan seusai meninjau pengamanan di Gereja Santo AntoniusKotabaru Yogyakarta, Sabtu (24/12/2005). Menurut Condro, sejak pagi pukul 07.00 WIB, pihaknya telah menerjunkan anggotanya di semua gereja yang akan digunakan untuk misa nanti malam. Sejak pagi hingga siang petugas juga telah melakukan sterilisasi menggunakan metal detektor di dalam dan luar gereja oleh anggota Brimob Polda DIY. "Semua petugas baik yang berpakaian dinas maupun preman telah disiagakan di semua gereja," katanya.Condro menambahkan para personil Poltabes Yogyakarta ditugaskan mengamankan Natal tidak hanya disebar di 43 gereja saja tetapi juga di tempat-tempat keramaian lain dan sejumlah hotel tempat tamu asing menginap. Personil yang ditempatkan di setiap gereja disesuaikan dengan besar kecilnya gereja. Untuk gereja Antonius Kota Baru, akan ditempatkan 95 personil, Gereja Santo Albertus ditempatkan 72 personil, Gereja Sawo Kembar Klitren, Gondokusuman sebanyak 31 personil. Selanjutnya Gereja Pugeran di Jalan Bantul sebanyak 63 personil, Gereja Bintaran ditempatkan 31 personil dan Gereja Kidul Loji sebanyak 50 personil. "Untuk wilayah Kecamatan Gondokusuman petugas yan diterjunkan juga lebih banyak baik yang ada di pos dan patroli, karena terdapat 3 gereja besar seperti Gereja Santo Antonius dan Gereja HKBP di Kotabaru dan Gereja Sawo Kembar di Jl Wahidin dan sejumlah tempat penting lainnya," tegas Condro.Kapoltabes juga menghimbau agar pengamanan gereja melakukan tugas sesuai dengan prosedur dan melakukan koordinasi dengan petugas. Apabila perubahan jadual dalam perayaan Natal 2005, diharap petugas kepolisian diberitahu untuk mempermudah pengamanan.Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal Gereja Santo Antonius Kotabaru, ZP Heru Budianto mengatakan selain mengandalkan pengamanan dari kepolisian, panitia juga sudah melakukan persiapan pengamanan sejak enam bulan lalu. Sedikitnya 100 orang yang terdiri dari keamanan gereja, aparat kelurahan dan kecamatan dan keamanan swakarsa masyarakat sekitar."Saat ini aparat kepolisian sudah melakukan sterilisasi di sekitar lingkungan gereja. Dalam seminggu ini hingga hari ini, kita selalu melakukan koordinasi dan setiap jemaat yang masuk gereja akan diperiksa satu per satu," kata Heru. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads