Sempat Batal, Kemenag Terbitkan Kembali Keputusan Diskon Uang Kuliah di PTKIN

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 20:42 WIB
Kantor Kementerian Agama
Foto: Kantor Kementerian Agama (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Sebelumnya diberitakan, tagar #kemenagprank sempat menjadi trending di Twitter, pasalnya Kementerian Agama (Agama) mencabut rencana pemberian diskon uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Tagar #kemenagprank itu seolah sebagai bentuk kekecewaan dari mahasiswa atas dicabutnya surat Plt Dirjen Nomor B-752/DJ.I/HM.00/04/2020 tentang pemberian diskon UKT sebesar 10 persen.

Surat pencabutan itu juga telah diterbitkan dan ditandatangani oleh Plt Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin. Surat pencabutan itu bernomor B-802/DJ.I/PP.00.9/04/2020 tertanggal 20 April 2020.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi terlebih dahulu menjelaskan awal mula ide untuk membantu mahasiswa dengan cara memberi diskon UKT sebesar 10 persen. Uang 'subsidi' itu diambil dari dana APBN yang bersumber dari pos pendidikan Kemenag.

"Dapat kami laporkan tadi kami punya niat yang sangat baik mengurangi pembayaran pada mahasiswa, sudah kami siapan surat edarannya memang kemudian akan terjadi kekurangan masukan pada lembaga pendidikannya, tapi kami sepakat untuk kami atasi dari pengisian anggaran bidang pendidikan dari Kemenag," ujar Fachrul dalam video conference bersama wartawan, Rabu (29/4).

Fachrul mengatakan, rencana pemberian diskon UKT itu terpaksa harus dibatalkan. Karena mendadak ada keputusan Menteri Keuangan yang meminta masing-masing kementerian untuk mengalokasikan anggaran untuk membantu penanganan COVID-19. Di sini, anggaran Kemenag terpotong sebanyak Rp 2,6 triliun.

"Namun tiba-tiba, mohon maaf kami mendapat putusan Menteri Keuangan bahwa dana kami dipotong untuk kegiatan mengatasi COVID-19 Rp 2,6 triliun, dan itu buat kemenag besar ya, besar sekali," ucapnya.


(aud/aud)