Jejak Irawan Otak Penyiraman Air Keras di Palembang yang Dituntut 10 Tahun Bui

Andi Saputra - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 16:07 WIB
Kursi terdakwa di pengadilan
Ilustrasi ruang persidangan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ahmad Irawan (46), dituntut 10 tahun penjara karena menjadi otak penyiraman air keras kepada M Rifai. Kasus bermula saat Irawan cekcok dengan Rifai pada Desember 2018.

Hal itu terungkap dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Palembang yang dikutip detikcom, Senin (15/6/2020). Percekcokan itu menimbulkan dendam di lubuk hati Irawan kepada Rifai.

Irawan kemudian mencari air keras dan dimasukkan ke botol beling. Pada 30 Desember 2018, Irawan menyuruh temannya, Medy dan Ilham, menyiramkan air keras itu ke tubuh Rifai. Medi dan Ilham menyanggupi dengan upah Rp 2 juta.


Medi dan Ilham kemudian naik motor dan menutup mukanya dengan sabo. Keduanya menghampiri Rifai, yang sedang duduk-duduk di depan minimarket.

Tanpa kompromi, air keras disiramkan Ilham ke muka Rifai. Tak ayal, Rifai kepanasan dan teriak minta tolong. Medi dan Ilham langsung tancap gas.

Akibat penyiraman itu, Rifai mengalami luka bakar di dahi, pipi kiri, leher kiri, dan pipi kanan. Rifai mengalami penurunan penglihatan dan sesak napas.

Penyerangnya Dituntut 1 Tahun, Novel: Aneh, Janggal, Lucu:

Selanjutnya
Halaman
1 2