Pemerintah Buat SE 2 Shift Kerja, Ini Kata Pengguna KRL Stasiun Bogor

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 10:45 WIB
Suasana Stasiun Bogor, 15 Juni 2020, pagi. (Sachril AB/detikcom)
Foto: Suasana Stasiun Bogor, 15 Juni 2020, pagi. (Sachril AB/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah membuat surat edaran (SE) untuk mengatur jam kerja menjadi 2 gelombang di wilayah Jabodetabek. Pengguna KRL memiliki harapan kebijakan tersebut efektif mengurangi kepadatan di dalam kereta.

seorang pengguna KRL, Dani Hermana (52), meminta agar kebijakan tidak hanya sebatas aturan. "Sebenarnya teorinya bisa, tapi kenyataannya nggak (sesuai harapan)," katanya, di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020).

Dani mengungkapkan moda transportasi KRL dia pakai setiap hari untuk pergi bekerja ke Mangga Dua Mal. Saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Dani berpikir KRL tidak akan penuh atau padat.

Dia mengatakan KRL semakin hari semakin penuh meski sedang diberlakukan PSBB. Meski ada pembagian shift kerja, kata Dani, kepadatan akan tetap terjadi.

"Iya karena takut ketinggalan kereta. Akhirnya penuh-penuh juga, gitu. Soalnya saya waktu itu pernah naik (kereta) di Stasiun Jayakarta, itu dibagi 25 orang, dari stasiun ke gerbong. Saya pikir 'wah ini pasti kosong'. Ternyata semakin ke sini semakin penuh," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3