Kota Bogor Pelajari SE Jam Kerja Dua Gelombang, Perlu Waktu Sosialisasi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 07:28 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim (Foto: Pemkot Bogor)
Jakarta -

Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat terkait aturan jam kerja menjadi 2 gelombang untuk wilayah Jabodetabek akan menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Kota Bogor. SE tersebut perlu disosialisasikan ke seluruh perkantoran untuk dapat diterapkan.

"Tentu saja sesuai maksud dan arah dari surat edaran tersebut akan menjadi perhatian Pemkot untuk dapat diimplementasikan," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kepada wartawan, Minggu (14/6/2020).

Dedie mengatakan pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu edaran tersebut sebelum diterapkan. Menurutnya, sosialisasi aturan jam kerja 2 gelombang tersebut membutuhkan waktu untuk disosialisasikan dan diterapkan di kantor-kantor swasta.

"Sedang dipelajari (aturan jam kerja 2 gelombang), untuk praktiknya masih perlu waktu untuk disosialisasikan kepada perkantoran di sektor swasta. Kalau untuk kegiatan pemerintah lebih mudah diimplementasikan," ucap Dedie.

Dia menyebut pengaturan jam kerja juga sebelumnya memang telah dibicarakan antara Pemkot Bogor bersama Pemprov DKI. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto sangat menyoroti penumpukan penumpang di KRL saat jam sibuk masyarakat hendak berangkat dan pulang kerja.

"Pemerintah Propinsi DKI merespon permintaan Walikota Bogor untuk pengaturan jam kerja karyawan. Hal tersebut dilontarkan atas membludaknya penumpang KRL minggu lalu. Namun pengaturan jam kerja mungkin sulit diterapkan maka dari itu salah satu solusinya adalah memberikan alternatif dengan memecah penumpang menggunakan bus," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2