Apel Antisipasi Karhutla, Kapolda Kalsel Bicara Strategi Cegah-Deteksi Dini

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 23:26 WIB
Jajaran TNI-Polri dan Pemprov Kalsel menggelar apel dalam rangka mengecek kesiapsiagaan pasukan gabungan menghadapi ancaman karhutla.
Jajaran TNI-Polri dan Pemprov Kalsel menggelar apel dalam rangka mengecek kesiapsiagaan pasukan gabungan menghadapi ancaman karhutla. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Jajaran TNI-Polri dan Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar apel dalam rangka mengecek kesiapsiagaan pasukan gabungan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta mengatakan perlunya sistem pelaporan cepat bahaya karhutla.

"Penyusunan sistem pelaporan cepat bahaya bencana karhutla dengan mendirikan posko desk yang memantau cuaca dan karhutla sebagai sistem deteksi dini dan cegah dini kebakaran hutan dan lahan. Agar berjalan secara terencana, sebagai langkah antisipasi kita mencegah terjadinya karhutla di wilayah Bumi Lambung Mangkurat," ujar Nico dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2020).

Apel diselenggarakan di lapangan Polri Km 21 Banjarbaru pagi tadi. Apel dipimpin oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Nico, serta Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Firmansyah.

Nico Afinta menjelaskan karhutla menjadi perhatian pemerintah pusat karena dampak pencemaran udaranya yang mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Nico menegaskan perlunya tekad untuk bahu-membahu melakukan penanggulangan karhutla.

"Untuk itu, apel gelar pasukan dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan pada hari ini menjadi sarana dalam menyamakan langkah dan menyatukan tekad untuk bahu-membahu dalam penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan," kata dia.

Nico menuturkan penanggulangan karhutla memerlukan langkah nyata dari semua stakeholder. Pihak swasta dan masyarakat juga dimintanya berpartisipasi.

"Melalui upaya preventif aktif berupa penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat yang dilaksanakan secara bersinergi, dengan mengerahkan para Bhabinkamtibmas dan Babinsa maupun aparat pemerintah di masing-masing wilayah, yang menjadi upaya pencegahan dini terhadap kemungkinan bahaya karhutla," tutur Nico.

"Langkah pencegahan itu harus diikuti dengan upaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan pengawasan dengan patroli rutin dan terjadwal ke daerah-daerah yang mungkin rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan," lanjut dia.

Sementara itu, Gubernur Sahbirin Noor menyampaikan pentingnya pemetaan daerah rawan karhutla dengan melibatkan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam melakukan upaya-upaya pencegahan. "Bangun soliditas dan sinergi yang baik dengan unsur pemda, TNI-Polri, stakeholder terkait melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Selain itu, pada tataran penegakan hukum, agar petugas melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan sampai proses peradilan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ucap Sahbirin.

Apel ini dihadiri pejabat utama Polda Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsuddin Noor, Kapolresta Banjarmasin, Kapolres Banjarbaru, Kapolres Banjar, Kapolres Barito Kuala, Kapolres Tanah Laut, Kepala Pelaksana BPBD Prov Kalsel, Kepala BMKG Kalsel, Kepala SKDP yang terlibat operasi karhutla dengan peserta yang dilibatkan terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, Basarnas, dan BPK dari berbagai wilayah Kalsel. Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi pemadaman kebakaran.

(aud/eva)