"Setelah kurang lebih melalui 1 bulan proses pemantauan di masa pandemi Covid-19, Pertamina memandang UMKM Kota Ternate memiliki potensi untuk segera mengejar momentum ekonomi dalam situasi new normal, peningkatan modal usaha merupakan salah satu pemicu lahirnya percepatan laju ekonomi daerah," ujar Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region VIII, Edi Mangun dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).
Di wilayah Maluku Utara, Pertamina memiliki 112 mitra binaan UMKM yang sebelumnya juga mendapatkan pendampingan dan pengawasan kondisi ketahanan usaha sejak masa pandemi.
"COVID-19 memberikan kami pelajaran berharga, semakin bervariasinya jenis usaha mitra binaan Pertamina, maka akan semakin membuat ekosistem mitra binaan Pertamina menjadi tahan krisis, rantai nilai (supply chain) usaha yang bervariatif merupakan kunci lahirnya less cost economy UMKM, hal ini yang kami kejar dengan penambahan variasi usaha dalam momentum new normal," sambungnya.
Selain itu, Pertamina juga tengah gencar melakukan sosialisasi program Pinky Movement yang merupakan bagian dari pembiayaan dan pembinaan kepada UMKM yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina. Hingga kini, tercatat terdapat 11 calon mitra binaan program Pinky Movement di Ternate.
Fokus utama dalam program tersebut adalah para pelaku usaha yang menggunakan gas LPG sebagai sumber utama dalam pengolahan nilai tambah usahanya, seperti usaha kuliner rumahan dan UMKM pangkalan minyak tanah untuk bertransformasi menuju pangkalan gas non subsidi.
(mul/ega)











































