Anies soal Corona DKI Cetak Rekor: Angka Hari Ini Peristiwa 2 Pekan Lalu

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 18:30 WIB
Menggunakan masker, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota, Jakarta di hari pertama masa PSBB transisi, Jumat (5/6).
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Anies Baswedan menuai banyak kritik karena lonjakan jumlah kasus positif Corona hingga mencapai rekor tertinggi di tengah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Namun, menurut Anies, angka yang muncul pada hari ini berasal dari peristiwa dua pekan lalu.

"Tapi ada satu catatan, ahli epidemiologi semua sering cerita, kalau dengar angka hari ini, itu peristiwa dua minggu yang lalu," kata Anies setelah mengecek persiapan Mal Emporium Pluit, Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).

"Jadi bukan angka hari ini. Jadi peristiwa hari ini kita cek 10 hari yang akan datang," imbuhnya.

Anies mengatakan jumlah kasus positif Corona naik signifikan pada PSBB masa transisi terjadi karena adanya peningkatan pencarian kasus baru. Anies sudah memerintahkan pihak puskesmas melakukan pencarian orang bergejala.

"Jumlah itu meningkat karena kita melakukan namanya active case finding. Jadi tanggal 4 Juni kita memerintahkan kepada seluruh puskesmas untuk secara aktif melakukan tracing, mengidentifikasi orang-orang yang berpotensi terpapar, lalu setelah mereka diidentifikasi, dilakukan tes PCR," jelasnya.

Anies menyebut, dengan adanya pelonggaran PSBB ini, pengetesan COVID-19 juga harus ditingkatkan. Anies tidak menampik jumlah kasusnya nanti akan terus meningkat.

"Jadi kita, ini rumusnya, kalau sebuah tempat melakukan pelonggaran, harus meningkatkan testing, harus. Kalau dia tidak melakukan testing, berbahaya untuk warga," ujar Anies.

"Makin ditingkatkan (tesnya) apalagi kita memiliki kemampuan testing sampai 4.000 per kapasitas testing-nya," sebutnya.

Diberitakan angka kasus baru COVID-19 di Jakarta memecahkan rekor pada PSBB masa transisi. Pada Selasa (9/6), Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 239 kasus baru di Ibu Kota.

Catatan 239 kasus baru mengalahkan catatan tertinggi sebelumnya, yakni pada 16 April silam dengan 223 kasus baru.

Peningkatan jumlah kasus Corona di Jakarta ini juga memicu kritik untuk Anies dari sejumlah pihak. Berikut sejumlah kritik yang dilayangkan untuk Anies.

Kritik untuk Anies:

Selanjutnya
Halaman
1 2