Diperiksa Polisi, Pelapor Kasus 'Nasi Anjing' Minta Kasus Dilanjut

Lukman Arunanta - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 15:43 WIB
Rina Triningsih dan advokat dari IKAMI seusai diperiksa di Polres Jakut
Foto: Rina Triningsih dan advokat dari IKAMI seusai diperiksa di Polres Jakut (Lukman Arunanta)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Utara memeriksa Rina Triningsih, pelapor dalam kasus 'nasi anjing'. Rina menyebut, pihak yayasan yang membagikan nasi bungkus berlogo kepala anjing itu menista agama karena memberikannya kepada umat muslim untuk berbuka puasa.

"Dikarenakan ada unsur pelecehan yang sistematis ya, kenapa yang dipilih lambang anjing sedangkan pihak ARK Qahal mengetahui anjing adalah hewan yang diharamkan bagi umat Islam," kata Rina kepada wartawan, di Polres Metro Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).

Pelapor juga menyayangkan pembagian 'nasi anjing' bertepatan dengan bulan Ramadhan. Dia menilai hal itu telah menyakiti umat Islam.

"Fatalnya lagi diberikan kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan menjelang berbuka, bukan hanya satu-dua bungkus saja mungkin lebih dari puluhan," ujar Rina.

Menurut Rina, tindakan pihak terlapor sudah menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Dari situ sudah ada unsur kesengajaan dan mereka akan paham kenapa dengan adanya pembagian nasi anjing itu mereka paham akan terjadi hal yang membuat resah masyarakat. Silakan saling membantu tapi tidak perlu harus menyakiti umat terutama Islam," imbuhnya.

Meski pihak yayasan telah menyampaikan bahwa makanan itu halal dan tidak mengandung unsur olahan dari anjing, namun Rina tetap menyoal logo anjing pada bungkus nasi. Padahal, anjing merupakan hewan yang punya konotasi kurang baik.

"Istilah anjing di Indonesia sering digunakan untuk umpatan atau hinaan kepada pihak yang tidak disenangi atau direndahkan," kata Rina.

Viral Pembagian Makanan 'Nasi Anjing', Polisi: Berakhir Damai:

Selanjutnya
Halaman
1 2