Kasus Baru COVID di DKI Pecah Rekor, NasDem Minta Anies Serius Edukasi Warga

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 10:30 WIB
Saat ini, DKI Jakarta tengah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. Warga kini mulai kembali berkantor.
Gambar warga Jakarta beraktivitas. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Kasus baru virus Corona (COVID-19) mencapai angka tertinggi dengan 239 kasus kemarin. Fraksi NasDem DPRD DKI meminta Gubernur DKI Anies Basewedan memasifkan edukasi terkait protokol kesehatan. Terutama di wilayah keramaian.

"Terus protokol kesehatan itu harus benar-benar dilakukan evaluasi, contohnya di pasar yang tidak mau menjalankan protokol itu harus disiapkan penjagaan yang ketat oleh Satpol PP, terus edukasi dari pemprov itu harus masif banget, di tiap-tiap tempat keramaian harus pasang spanduk, imbauan melalui suara Toa," kata Ketua Fraksi NaDem DPRD DKI Wibi Andrino, ketika dihubungi, Rabu (10/6/2020).

Di samping itu, Wibi juga meminta Pemprov memastikan fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan memadai. Hal itu penting di masa penyesuaian 'new normal' seperti saat ini. Jadi, menurutnya, persoalan ekonomi dan kesehatan dapat berjalan seimbang.

"Pemprov DKI juga harus mempersiapkan nakes dan faskesnya, kalau kita mulai membuka diri kita harus siapin tenaga medis kita, sebenarnya kan tujuan kita membuka diri ini supaya menyesuaikan beradaptasi antara kesehatan dan ekonomi bisa jalan bareng," ujarnya.

Lebih lanjut, hasil uji sampel dalam satu hari itu pun, jelas Wibi, harus ke luar secara berbarengan. Jadi, grafik dapat terlihat jelas per hari, tidak terjadi ketimpangan grafik.

"Hasil daripada uji sampel itu harus diserempakkan, misal si A, B diperiksa Senin ya dan keluarnya hari Selasa ya dua-duanya harus hari Selasa, bukan si A keluar Selasa di B Kamis. Kalau harinya berbeda keluar kan otomatis tidak mendapatkan grafik yang sempurna," ujarnya.

Diketahui, kasus penambahan Corona pada 9 Juni 2020 mencapai angka tertinggi 239 kasus sehingga total menjadi 8.276 kasus positif. Dari kasus tersebut, jumlah orang yang sembuh sebanyak 3.369 orang, dan meninggal sebanyak 547 orang. Pemprov DKI Jakarta menyampaikan angka kasus tersebut karena ada keterlambatan sampel pemeriksaan laboratorium.

"Penambahan jumlah kasus positif ini karena adanya pending sampel dari beberapa laboratorium swasta, yang mana pada Sabtu dan Minggu libur, karena itu pengerjaan spesimen dilakukan pada hari Senin, sehingga hasil tes sering meningkat pesat pada pelaporan hari Selasa," ucap Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati dalam keterangannya, Selasa (9/6).

Simak video 'DKI Terbanyak, Ini Sebaran 1.043 Kasus Baru Corona di Indonesia':

(eva/fjp)