Diancam Sanksi Adat Minang, Ade Armando: Dia Punya Legitimasi?

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 08:20 WIB
Diskusi bertajuk
Ade Armando (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Dosen Ade Armando juga terancam diproses secara adat sebagai buntut komentarnya di media sosial (medsos) soal penolakan aplikasi Android, Kitab Suci Injil Minangkabau. Ade terancam tak lagi dianggap sebagai orang Minang dan dikenai sanksi adat.

Ade tidak mempermasalahkan sanksi adat yang mengancam dirinya tersebut. Dia justru mempertanyakan legitimasi pihak yang ingin memberlakukan hukum adat kepadanya.

"Oke. Saya sih nggak ada masalah tidak diakui sebagai orang Minang. Tapi pertanyaan saya: memang dia memiliki legitimasi dari mana menentukan keminangan saya? Siapa yang mengangkat dia sehingga dia merasa sebagai pimpinan orang Minang?" kata Ade saat dimintai tanggapan, Selasa (9/6/2020).

Ancaman sanksi adat juga datang dari Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) Sumbar. MTKAAM juga ingin mencoret status 'orang Minang' dari Ade.

Ade juga mem-posting sikap dan seruan dari Ketua MTKAAM, Irfianda Abidin, di akun Facebook-nya. Ade tidak ambil pusing terkait ancaman hukuman adat.

"Ya coret saja. Memang mereka siapa? Ketua MTKAAM itu caleg gagal. Jadi jelas dia tidak punya otoritas mewakili masyarakat Minang," ujar Ade.

Ade Arnando terancam dikenai sanksi adat akibat komentarnya yang dianggap menyinggung masyarakat Minang. Namun dia justru mempertanyakan legitimasi pihak yang mengancamnya (Screenshot Facebook Ade Armando)Ade Arnando terancam dikenai sanksi adat akibat komentarnya yang dianggap menyinggung masyarakat Minang. Namun dia justru mempertanyakan legitimasi pihak yang mengancamnya. (Screenshot Facebook Ade Armando)

Tonton juga video 'Diskusi Pemakzulan Jokowi di Tengah Pandemi, Ade Armando: Tidak Pantas':