Warga Jakarta soal Ganjil-Genap Motor: Jangan, Kasihan Sama Kelas Bawah

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 15:16 WIB
Himbauan bekerja dari rumah untuk meminimalisir persebaran virus corona berdampak pada arus lalu lintas yang lebih sedikit. Seperti terlihat di Jalan Sudirman, Jakarta.
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberlakukan ganjil-genap bagi pengendara roda dua selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, kebijakan ini dinilai tidak berpihak kepada masyarakat menengah kelas bawah.

Seseorang bernama Rendy (45), warga Jakarta yang beraktivitas dengan satu motor, mengungkapkan curahan hatinya. Ia meminta kebijakan ganjil-genap tidak disetujui karena tidak mewakili dirinya sebagai masyarakat menengah bawah.

"Kalau motor mah jangan kasihan sama kelas bawah, apalagi yang motornya ngojek nyewa ya kan, itu doang motornya, apalagi yang punya motor satu gitu juga ya kan saya mah. Kalau bisa janganlah buat peraturan begini," kata Rendy kepada wartawan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2020).

Rendy mengatakan kebijakan tersebut dapat menghambat mobilitasnya untuk melakukan aktivitas. Sehari-hari, Rendy mengantar anak ke sekolah dengan satu motor yang ia miliki.

"Kita kan antar anak sekolah tiap hari, kalau ganjil-genap gimana antar anak sekolah, anak sekolah tahunya kan diantarkan terus, kalau ganjil-genap gimana mau mengantarkannya," katanya.

Simak video 'Anies Pastikan Ganjil Genap Mobil-Motor Belum Pasti Diterapkan':

Selanjutnya
Halaman
1 2