Polisi: Warga Tolak Rapid Test di Makassar Terpengaruh Isu Hoax

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 14:14 WIB
Sejumlah warga di Makassar menolak rapid test virus Corona (COVID-19) (Hermawan-detikcom).
Foto: Sejumlah warga di Makassar menolak rapid test virus Corona (COVID-19) (Hermawan-detikcom).
Makassar -

Polisi akan mengejar aktor intelektual aksi penolakan Rapid Test di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penolakan warga ini disebut akibat informasi hoax.

"Sebenarnya itu dihantui oleh pernyataan-pernyataan dari orang yang tidak bertanggung jawab dan berita-berita hoax. Sehingga itulah yang membuat takut masyarakat," kata Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe di Makassar, Sulsel, Senin (8/6/2020).

Rapid test, kata Mas Guntur, adalah proses medis yang sangat membantu masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan saat ini, khususnya terkait COVID-19.

Karenanya, dia mengimbau warga untuk tidak takut apalagi sampai menolak rapid test yang dilakukan oleh tim kesehatan dan pemerintah setempat.

"Imbauan jangan khawatir. Kalau ada isu yang tidak bertanggung jawab jangan dihiraukan. Lebih baik cari kepada siapa yang bersumber yang memahami masalah itu," terangnya.

Tonton juga video 'Polisi Jaga RS di Makassar Antisipasi Ambil Paksa Jenazah Corona':