Tokoh Muslim Inggris Imbau Masjid Tetap Ditutup, Meski Pemerintah Mengizinkan

Puti Yasmin - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 13:16 WIB
Masjid Nabawi menggelar salat jumat untuk pertama kalinya usai ditutup akibat pandemi Corona. Sedikitnya 100.000 orang mengikuti salat dengan mengikuti protokol kesehatan ketat.
Foto: dok. Haramain Info/Ilustrasi
Jakarta -

Para pemuka Muslim di Inggris mengimbau agar masjid-masjid tetap ditutup selama pandemi. Meskipun sebenarnya pemerintah Inggris sudah memperbolehkan tempat ibadah untuk dibuka kembali setelah kurang lebih dua bulan ditutup.

Dikutip dari Arab News, para imam di Inggris telah mengkritik rencana pemerintah membuka kembali gereja, masjid dan Sinagoge pada 15 Juni mendatang.

Menurut Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid dan Iman (MINAB) Imam Qari Asim pembukaan masjid justru dapat 'membuat lebih banyak tantangan'. Sebab, pelaksanaan salat di masjid utamanya dilakukan secara berjamaah.

"Perbedaan mendasar antara masjid dan beberapa tempat ibadah lainnya, adalah masjid utamanya digunakan untuk salat berjamaah. Kalau ibadah sendiri bisa dilakukan di mana saja, utamanya di rumah," terangnya.

"Jadi kalau membuka masjid pada 15 Juni akan menyebabkan lebih banyak tantangan bagi masjid dan imam karena harapan masyarakat untuk melaksanakan ibadah berjamaah," sambung dia.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Muslim Inggris (MCB) Harun Khan mengaku prihatin atas rencana pemerintah terkait kelangsungan hidup dan keamanan. Pihaknya pun mendesak untuk memberikan aturan yang jelas sehingga bisa memastikan keselamatan dan kesejahteraan orang, khususnya terkait pembukaan masjid.

"Masjid disediakan, khususnya untuk beribadah jamaah. Sehingga saat ini ada ketidakpastian dan keprihatinan dari para pemimpin masjid tentang bagaimana peraturan baru ini diterapkan," ungkap Khan.

Sebagai informasi, masjid-masjid dan tempat ibadah lainnya di Inggris mulai ditutup pada bulan Maret kemarin. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona yang meningkat.

(pay/erd)