Karena Pandemi, Pedagang Pisang dan Kelapa Parut Urung Naik Haji

Sitti Harlina - detikNews
Minggu, 07 Jun 2020 17:46 WIB
Ilustrasi Haji
Ilustrasi Haji (Tim Infografis/detikcom)
Kendari -

Keluarga Sabaruddin (45) hanya bisa bersabar atas keputusan pemerintah yang melakukan pembatalan keberangkatan ke Tanah Suci imbas pandemi COVID-19. Sabaruddin dan istrinya, Darni, tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah.

Darni menuturkan uang untuk naik haji itu telah dikumpulkannya selama delapan tahun, tapi tahun ini ketika dia mendapat kesempatan untuk segera berangkat harus tertunda karena wabah COVID-19.

"Sudah delapan tahun, menabung dari 2012. Biasa menabung Rp 10.000 atau Rp 15.000 setiap hari karena ada kebutuhan lain juga," katanya, Minggu (7/6/2020).

Darni dan suaminya sehari-hari berjualan pisang dan kelapa parut di pasar. Ia mengaku selama ini terus menabung agar ketika pelunasan ia mampu membayarnya.

"Mau diapa, karena ini juga tidak diminta-minta," ujarnya.

Simak video 'Ketum PBNU Pertanyakan Kebijakan Pembatalan Haji Tahun Ini':