SBY-JK Makin Lengket Tahun 2006
Kamis, 22 Des 2005 18:46 WIB
Jakarta - Apabila JK berperan sebagai orang nomor dua yang sesungguhnya, maka dapat diprediksikan hubungan SBY-JK tahun depan akan semakin membaik. Makin lengket dong nih..."JK mencoba mengambil posisi baru menjadi orang nomor dua sesungguhnya, sekurang-kurang dalam pencitraan," cetus pengamat politik yang juga Dosen Unair Daniel Sparingga.Hal ini dicetuskan dia dalam diskusi bertajuk "Prediksi Politik Indonesia Tahun 2006" yang digelar oleh Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) bekerjasama dengan Soegeng Surjadi Syndicate (SSS) di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/12/2005).Prediksi ini, menurut Daniel, berdasarkan pada sikap JK yang mulai berhati-hati dalam membuat penyataan. "Terlihat kemauannya untuk tidak membuat dua mercu suar dalam kepemimpinan nasional," katanya.Sementara pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris justru menilai sebaliknya. Persaingan antara SBY-JK tahun depan akan tetap ada."Apalagi seiring dengan konsolidasi partai politik mendekati Pemilu 2009," ujarnya.Sedangkan Direktur Eksekutif SSS, Sukardi Rinakit, malah menilai stabilitas politik tergantung pada diri SBY."Bila SBY tenang dalam menghadapi persoalan dan kritik, maka akan berjalan stabil. Sebaliknya, jika SBY sensitif dan reaktif terhadap politik, maka energi politik akan bergerak negatif pula," jelasnya.Namun demikian, masyarakat diminta untuk tetap mengkritisi pemerintahan SBY-JK."Kita tetap mengkritisi pemerintah ini agar tidak kembali pada otoritarianisme dan politik yang berkarakter mataraman tradisional yang antikritik dan otoriter," ujar Sukardi.
(wiq/)











































