Polri: Terduga Teroris Solo Dirawat Sebelum Meninggal, Keluarga Tolak Autopsi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 18:25 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Seorang terduga teroris asal Solo, Bagus Kurniawan (26), meninggal saat menjalani masa penahanan. Polri menyebut Bagus menderita sejumlah penyakit sebelum meninggal dunia.

"Pasien dinyatakan meninggal pukul 12.30 WIB, 2 Juni 2020 dengan diagnosa Prolong fever, sepsis susp meningitis, efusi pleura. Penyebab kematian pasti disarankan untuk pemeriksaan dalam atau otopsi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2020).

Awi mengatakan, keluarga korban menolak untuk autopsi meski penyebab kematian Bagus belum diketahui. Awi menyebut tak ada tanda kekerasan di tubuh korban saat meninggal dunia.



"Jenazah sudah dibawa oleh keluarganya 2 hari yang lalu dan ada surat menolak autopsi. Dari pemeriksaan luar tidak ada tanda kekerasan," ujar Awi.

Menurut Awi, Bagus yang sempat mengeluh sakit dibawa ke RS Polri TK I.R. Said Sukanto, Kramat Jati pada 1 Juni 2020 dalam kondisi sadar. Ketika itu Bagus mengeluh suhu badannya panas selama tujuh hari disertai mual dan muntah.

Sehari kemudian, Bagus tampak mengalami kegelisahan, sesak dan kesadarannya menurun. Dokter mencoba memberikan pertolongan nyawa Bagus tak terselamatkan.

"Saat masuk tampak sakit, sadar, tekanan darah 120/70, nadi 103, RR 20, suhu 38,3 dari hasil rontgen dada ada cairan di pleura kanan, mendapat terapi sesuai klinis," ucap Awi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2