Surabaya Berstatus Zona Merah Corona, Ini Saran dari FKM UI

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 17:33 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Kota Surabaya hingga hari ini masih menjadi kota dengan jumlah kasus virus Corona tertinggi di Jawa Timur dan berstatus zona merah. Ketua Departemen Epidemiologi FKM UI, Tri Yunus Miko Wahyono, menyarankan sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Miko mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang menjadi klaster penyebaran virus Corona di Surabaya. Pemetaan perlu dilakukan intensif di setiap klaster.

"Kalau lihat secara nasional kita harus memetakan provinsi-provisi yang kasusnya banyak. Jadi, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan itu jadi prioritas Gugus Tugas. Kemudian dari provinsi yang banyak itu harus dipetakan per kabupaten/kotanya. Seperti Jawa Timur itu yang paling banyak di Surabaya, maka lakukan pemetaan intensif pada tiap klaster," kata Miko dalam diskusi daring, Sabtu (6/6/2020).

"Setelah itu harus kita lakukan penegakan intensif pada tiap klaster. Karena penularan COVID-19 ini dari orang ke orang atau klastering. Jadi, klaster-klaster ini harus dihilangkan. Di kabupaten-kabupaten yang banyak kasusnya dilihat lagi per RT/RW-nya seperti yang dilakukan di Jakarta dan Depok," imbuhnya.

Miko menambahkan pemetaan wilayah rawan penularan Corona di Surabaya juga harus mencakup tempat-tempat umum. Hal tersebut menurutnya penting bagi pemerintah setempat untuk mengetahui pelacakan sebaran virus Corona di wilayahnya.

"Tempat-tempat umumnya juga harus intensif disurvei, pasar disurvei, stasiun disurvei, terminal disurvei. Ini penting jadi kita bisa tahu petanya (penyebaran virus Corona). Dengan begitu kita bisa yakinkan semua masyarakat kita tempat yang aman begitu," tandasnya.

Untuk diketahui, penyebaran virus Corona di Jawa Timur menanjak tajam. Surabaya sendiri tercatat hingga saat ini sebagai daerah penyumbang kasus positif Corona tertinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan data terakhir pada Sabtu (6/6) sore, kasus positif COVID-19 di Jawa Timur terkonfirmasi sebanyak 5.835 kasus. Jawa Timur menempati posisi kedua kasus virus Corona tertinggi setelah DKI Jakarta.

(azr/azr)