MTI Minta Penerapan SIKM DKI Jakarta Ditinjau Kembali, Ini Alasannya

Yogi - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 17:30 WIB
Ditlantas Polda Metro Jaya perketat pemeriksaan SIKM Jakarta bagi pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota. Pemeriksaan itu salah satunya dilakukan di perbatasan
Pemeriksaan SIKM DKI Jakarta. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta penerapan surat izin keluar masuk (SIKM) ditinjau kembali. Mereka menilai proses pembuatan SIKM terlalu rumit.

"SIKM perlu ditinjau kembali, jangan terlalu dibuat serumit itu karena itu tidak efektif juga ternyata," kata Ketua Umum MTI Agus Taufik Mulyono dalam diskusi publik daring bertajuk Evaluasi Mudik di Masa Pandemik dan Normal Baru di Bidang Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas, Sabtu (6/6/2020).



Salah satu syarat yang memberatkan, menurut Agus, adalah surat bukti rapid test. Agus mengatakan saat ini pemerintah belum menyiapkan fasilitas rapid test yang murah.

"Rapid test ini dirasa oleh publik sangat mahal. Pemerintah belum bisa menyediakan fasilitas rapid test yang murah," ujar Agus.



Agus juga mengkritik sistem digital dalam pengurusan SIKM yang belum tentu efektif. Selain itu, proses surat-menyurat seperti ini bisa menimbulkan risiko kecurangan.

"Proses pendaftaran SIKM itu ternyata tidak mudah. Sistem digital itu juga tidak menjamin proses cepat untuk menjawab. Surat-menyurat ini persoalannya potensi moral hazard-nya juga tinggi," jelasnya.

Agus menilai pemerintah perlu menyiapkan tatanan kenormalan baru yang tidak kaku. Sehingga, kegiatan perekonomian tetap bisa berlanjut.

"Kita ini ke depan mau nggak mau dihadapkan dengan persoalan mau atau tidak. Kalau saya sih terus saja, terus itu artinya tetap produktivitas ekonominya jalan dengan batasan-batasan yang tidak terlalu kaku. Karena kalau mau kaku ya fasilitasya harus dipermudah. Seperti rapid test itu dipermudah, kita rapid test susah ini. SIKM ini perlu ditinjau kembali," kata Agus.

(dkp/dkp)