Alasan Anies Tak Pilih Kata New Normal: Banyak yang Belum Tahu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 06:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Luqman Arunanta/detikcom).

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria setuju dengan penamaan masa transisi. Namun perlu dijelaskan kepada publik soal tidak menggunakan istilah 'new normal.'

Sebab, menurut Riza, selama ini pemerintah pusat kerap menggaungkan istilah normal baru atau new normal.

"Saya kira paling tepat kita mengambil bahasa berkah ini dapat judul 'masa transisi' ini, PSBB Masa Transisi. Ini juga nanti perdebatan di media ini di antaranya kok tidak mau menyebut new normal gitu loh. Sementara dunia nyebutin new normal, Pemerintah Pusat (menyebut) nya new normal. Kita (menyebutnya) masa transisi. Ini memang perlu dijelaskan. Bukan kita pengen beda sama pusat atau dunia, satu penjelasan yang memang harus kita jelaskan," kata Riza dalam rapat tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyampaikan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi di Jakarta merupakan konsep normal baru atau 'new normal' pemerintah pusat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya membedakan istilah kebijakan yang diambil.

"Ini kan cuma soal istilah saja, kalau pemerintah pusat istilahkan 'new normal', kalau pemerintah DKI istilahkan 'masa transisi'. Itu saja yang membedakan," ucap Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono, saat dihubungi, Kamis (4/5).

Keberatan soal perbedaan istilah diutarakan oleh Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta. Golkar DKI menyebut banyaknya istilah selama pandemi virus Corona ini akan membingungkan masyarakat.

"Jangan beda-beda narasi lah, membingungkan masyarakat, kompak saja pusat dengan daerah. Saatnya kita bersatu dan tidak berbeda-beda, itu yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat," kata Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan saat dihubungi, Kamis (4/6).


(aik/knv)