Alasan Anies Tak Pilih Kata New Normal: Banyak yang Belum Tahu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 06:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Luqman Arunanta/detikcom).
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan alasan pemilihan nama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif dibanding istilah normal baru atau new normal. Anies menggunakan pendekatan kata yang sudah familiar di telinga masyarakat.

"Lalu mengenai penamaan, memang ini harus pesannya sama. Kemarin itu kita diskusi. Nama yang begitu dengar, tahu maknanya. Nama normal baru itu kan banyak yang belum tahu. Kalau aman, pasti tahu. Sehat, tahu. Produktif, jelas," jelas Anies dalam rapat bersama jajaran pemprov yang diunggah oleh akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, seperti dilihat detikcom, Sabtu (6/5/2020).

Rapat itu digelar pada Selasa (2/6). Sedangkan konferensi pers terkait PSBB masa transisi digelar pada Kamis (4/6).

Anies mengatakan penggunaan kata transisi ini bermakna fase penanganan Corona belum berakhir. Fase transisi, kata Anies, menjadi jalan menuju masyarakat aman, sehat dan produktif.

"Jadi kemarin kita pilih untuk gunakan nama itu. Dan transisi itu sebetulnya untuk mengirimkan pesan bahwa ini bukan fase akhir. Ini transit. Terminalnya mana? Terminalnya adalah aman, sehat, produktif. Itu terminal tuh. Terminal itu ya ujungnya itu. Kalau ini masa transit, karena itu kita menyebutnya transisi," ucap Anies.

Anies juga menyadari penamaan PSBB masa transisi ini akan menjadi sensitif. Namun, kata Anies, masyarakat akan memahami secara jelas jika Pemprov DKI menjelaskannya dengan baik.

"Nah memang penamaan itu bisa jadi sensitif pak nanti. Tapi asal kita jelaskan dengan baik. Jakarta sebetulnya lebih tepat mungkin begini, PSBB tetap dilaksanakan, ini adalah fase transisi. Gitu ya. Fase Transisi," kata Anies.

"Ini wording-nya harus pas nanti, supaya tidak meleset," ujarnya.

Tonton juga 'Alasan Anies Tak Pakai Istilah New Normal di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]