Moeldoko Soal Penanganan Corona: Kalau Tak Terkontrol dengan Baik, Bisa Naik Lagi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 00:24 WIB
Moeldoko saat Pengambilan Video Lagu Ra Mudik Ra Popo’
Foto: KSP
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut penanganan virus Corona (COVID-19) tidaklah mudah. Jika tidak hati-hati, bisa terjadi peningkatan kasus virus Corona.

"Sekarang angkanya (kasus positif Corona) sudah menurun. Kalau tak terkontrol dengan baik, bisa naik lagi. Selama vaksin belum ditemukan, zona hijau bisa kembali kuning. Karena itu protokol kesehatan terus diperhatikan," ucap Moeldoko dalam keterangannya, Jumat (5/6/2020).

Menurut Moeldoko, saat ini Indonesia menuju situasi pola hidup baru, dalam konteks ke depan pasca PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Moeldoko berpendapat, kegiatan masyarakat terus dibatasi maka tidak bisa bekerja atau beraktivitas dengan leluasa sehingga bisa memunculkan berbagai risiko.

Baginya, mobilitas masyarakat tidak bisa dihentikan begitu saja. "PSBB tak bisa langsung diakhiri dan kembali seperti semula. Kita dalam situasi menuju pola hidup baru," kata Moeldoko.

Moeldoko mengingatkan bahwa karakter Covid-19 tetap harus diwaspadai. Protokol kesehatan pada masa pola hidup baru ini akan lebih detil dan lebih teknis diterapkan pada sektor usaha, pendidikan, tempat ibadah. "Ada persyaratan tertentu yang harus diikuti dan ditaati yang menjadi tanggung jawab sosial," ujarnya.

Selain itu, Moeldoko mengapresiasi kebiasaan dan budaya dari masyarakat Indonesia yang bisa mencegah Corona. Salah satunya membersihkan tubuh saat wudu sebelum salat.

"Kasus Covid-19 di Sumatera Barat terkendali karena menerapkan local wisdom, pola hidup sehat berbasis kearifan lokal," ucap Moeldoko.

"Warga Sumatera Barat yang sebagian besar muslim tanpa disadari dengan berwudhu itu membersihkan diri dimana dalam sehari setidaknya dilakukan lima kali. Pemenuhan nutrisi lokal untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat dengan mengkomsumsi tanaman lokal seperti jahe, kunyit dan lainnya," katanya.

(aik/aik)