DMI Ajak Pemuda Bangkit dari Masjid Menuju Fase New Normal

Lusiana Mustinda - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 20:33 WIB
Warga Kota Bandung melaksanakan salat Jumat berjemaah di Masjid Al-Ukuwah
Pemuda masjid. Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengajak pemuda Indonesia untuk bangkit menuju fase normal baru. Para pemuda tentu bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat sehingga memberikan sumbangsih bagi negara dan lingkungan sekitar.

Salah satu modalnya adalah dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Arief Rosyid Hasan, Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid mengatakan, "Di fase new normal, umat Islam kini bisa kembali ke tempat ibadah dan melaksanakan kewajibannya seperti sholat berjamah," ujar Arief saat menjadi narasumber di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jakarta (05/06/2020).

Pemuda tidak boleh lupa bahwa kebangkitan sebuah bangsa selalu dimulai dari mereka. Dalam momen ini, dapat menjadi tolak kebangkitan bangsa ini.

"Pemuda Indonesia punya modal sosial untuk bangkit sekaligus memberi dorongan yang besar bagi lingkungan sekitar. Kami menggagas Gerakan Bangkit dari Masjid yang sebenarnya terinspirasi dari gerakan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei. Demi membangun kesadaran kepada teman-teman pemuda untuk memfungsikan atau memerankan masjid sebagai lembaga yang berperan sosial dan ekonomi," tutur Arief yang juga mantan Ketua Umum PB HMI itu.

Pemuda juga harus mensyukuri mulai dibukanya masjid. Sehingga DMI sangat mendukung dibukanya masjid terlebih dahulu di fase transisi ini, sebagai momentum bangsit dari masjid mulai dari sektor ekonomi ataupun sosial kemasyarakatan yang disegerakan pada pemuda.

"Seperti yang disampaikan oleh pak Jusuf Kalla bahwa dibukanya masjid terlebih dahulu adalah bentuk dari Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Sebuah bangsa harus memiliki roh dan simbolnya roh keagamaan kita ialah berdoa," kata Arief.


Melalui Gerakan Bangkit dari Masjid ini, Arief bersama DMI akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan untuk sama membantu negara bangkit, pasca pandemi yang menghantam sendi perekonomian.


Gerakan ini, diikuti oleh berbagai organisasi remaja, pemuda masjid dan kepemudaan Islam. Sehingga kata Arief, pandemi justru menjadi momentum menyatukan para pemuda.

"Jadi Insya Allah dengan dengan antusiasme melakukan kolaborasi dengan teman-teman pemuda lintas organisasi ini, Insya Allah kita optimis di masa yang akan datang masjid sekali lagi tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah tapi akan memainkan peran-peran yang lain," tegasnya.

Arief menambahkan salah satu kebangkitan melalui masjid ialah Dewan Masjid Indonesia yang paling cepat atau responsif sejak awal pandemi ini melanda.

"Kita melakukan penyemprotan ke hampir seluruh masjid di daerah-daerah episentrum. Kemudian juga membagikan sekitar 2 juta karbol ke masjid-masjid di daerah episentrum," ungkapnya.

Setelah itu, kata Arief, DMI juga membuat dapur umat. Sistem "sister masjid" masjid yang besar membantu masjid yang kecil karena di masjid yang kecil ini di sekitarnya banyak umat yang kena dampak dari Covid ini.

(lus/erd)