Kasus Ayah Cabuli Anak di NTB, Polisi: Kerap Dilakukan Tengah Malam

Faruk Nickyrawi - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 18:51 WIB
Poster
Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Dompu -

Polisi terus mendalami kasus ayah mencabuli anak kandungnya di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari hasil pemeriksaan empat orang saksi, polisi mendapatkan fakta-fakta baru.

Saksi pertama yang diperiksa adalah korban sendiri. Kepada polisi, korban mengaku sering kali digauli oleh ayahnya hingga dia lupa berapa kali perbuatan bejat itu dilakukan sang ayah. Korban pertama kali direnggut keperawanannya di rumah kontrakan mereka saat merantau ke Kalimantan.

"Saking seringnya, korban bahkan lupa berapa kali dia diperkosa. Korban mengaku terpaksa melayani nafsu bejat pelaku karena diancam. Saat itu korban masih berusia 12 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland saat dihubungi detikcom Jumat (5/6/2020).

Ketika pulang kembali ke Dompu pada 2017, aksi bejat pelaku terus berlanjut. Kebanyakan pelaku melancarkan aksi setiap tengah malam, sekitar pukul 01.00 Wita, yakni saat anggota keluarga lain terlelap tidur. Terkadang juga dilakukan ketika istrinya sedang ke luar rumah.

"Selama ini korban hanya bisa pasrah saat dicabuli ayah kandungnya lantaran tersangka dikenal sebagai sosok yang temperamental. Ia bahkan sering berbuat kasar kepada istrinya," jelasnya.

Saksi lain yang diperiksa adalah ibu korban. Dari keterangannya, dia tidak pernah menaruh rasa curiga terhadap kelakuan suaminya, juga perubahan kondisi fisik anaknya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2