Masuki Masa Transisi, NasDem Minta Pemprov DKI Fokus ke Transportasi Masal

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 08:35 WIB
Kendaraan mengalami kemacetan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020). Pemprov DKI Jakarta hari ini tidak memberlakukan aturan ganjil genap, untuk mengatasi penyebaran virus corona.
Ilustrasi (Foto: Imam Kurniawan)
Jakarta -

Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta menyerahkan kebijakan ganjil-genap untuk mobil pribadi ke Pemprov DKI. NasDem menyebut transportasi massal harus dioptimalkan serta penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Apa yang sudah diinisiasi oleh gubernur lewat PSBB transisi ini kita mengapresiasi dan menyambut baik, apakah itu adalah transisi tahapan menuju new normal," kata Ketua Fraksi NasDem DKI, Wibi Andino kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

"Kalau menurut saya sekarang lebih kepada concern ke transportasi massal, protokol SOP kesehatannya memang harus dijalankan, jangan ada pembatasan mengenai terutama problem kita yang lalu itu adalah ketika jumlah transportasi pembatasan dilakukan sehingga terjadi penumpukan. Jadi kalau jam beroperasi, jumlah armada itu yang mesti jangan dipotong," kata dia.

Wibi meminta agar penerapan PSBB transisi terutama dalam aturan ganjil-genap dilihat dievaluasi terlebih dahulu. Dia menyebut penerapan ganjil-genap guna mengurangi polisi udara.

"Kita coba liat dululah, ini masa transisi untuk bisa kita sempurnakan menuju new normal. Tapi kita juga harus memperhatikan tentang emisi dan polisi, kan tujuan utama ganjil genap seperti itu ya, untuk menekan angka polusi yang kemarin di Jakarta luar biasa. Jangan juga karena suatu hal kita melupakan aspek yang lain. Jadi biarkan ini berjalan dan dicoba. Dan kita jangan merasa ini adalah final. Maka ditransisi ini kita coba semua hal yang terbaik untuk menuju new normal," katanya.