Pernyataan Lengkap Anies soal Perpanjangan PSBB dan Masa Transisi DKI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 20:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Jakarta Muharram Festival 2019 Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (31/8/2019).
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB tahap 5 ini dimulai besok (7/4) hingga akhir Juni.

Selain itu, Anies menetapkan Juni sebagai masa transisi.

"Maka kami di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB diperpanjang dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi," kata Anies, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Anies mengatakan perpanjangan PSBB itu salah satunya lantaran masih adanya wilayah yang memiliki angka kasus positif yang masih tinggi. Dia juga mengatakan sanksi PSBB akan tetap berlaku.

"Dalam masa transisi sanksi pelanggaran pembatasan tetap berlaku dan akan ditegakkan," ujarnya

Ada sejumlah ketentuan yang wajib ditaati dalam kebijakan perpanjangan PSBB di sejumlah sektor. Salah satunya sektor pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar masih tetap dilakukan dari rumah.

"Belajar-mengajar di sekolah belum dimulai dahulu, tidak akan dimulai sampai kondisinya aman," kata Anies.

Anies mengatakan kegiatan belajar-mengajar tidak akan dilakukan di sekolah sebelum kondisi wabah virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta aman.

"Jadi, bila kondisi belum dianggap aman, maka kegiatan belajar-mengajar belum dilakukan," ujarnya.

Anies melakukan perubahan peraturan di sektor transportasi. Jam operasional TransJakarta dan MRT kembali normal dengan sejumlah catatan.

"Angkutan umum seperti yang disampaikan 50% kapasitas. Jadi MRT, TransJakarta, akan beroperasi dengan jam normal, dengan headway yang singkat," kata Anies.

Meski jam operasional TransJakarta dan MRT sudah kembali normal, kapasitas penumpang dibatasi 50% dan menerapkan jaga jarak.

"Kapasitas bus hanya 50%, juga stasiun dan halte. Tempat menunggunya juga dibuat jarak, antreannya minimal 1 meter," ujar Anies.

Anies mengatakan akan mengevaluasi jam operasional MRT dan TransJakarta yang kembali normal. Bila ditemukan masalah, masa transisi bisa saja dihentikan oleh gugus tugas.

Berikut pernyataan lengkap Anies dalam konferensi pers: