Dalami Kasus Ayah di NTB Cabuli Anak Kandung, Polisi Periksa 4 Saksi

Faruk Nickyrawi - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 11:38 WIB
Suasana rumah pelaku yang diamuk massa
Suasana rumah pelaku saat diamuk massa. (Foto: Istimewa)
Dompu -

Sat Reskrim Polres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah mendalami kasus pencabulan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri yang baru berumur 16 tahun. Empat orang saksi telah diperiksa dan diambil keterangannya.

"Untuk saksi sudah 4 orang yang kami ambil keterangan," kata Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Roland kepada detikcom, Kamis (4/6/2020).

Terkait merebaknya informasi mengenai pelaku yang mengancam istri dan anaknya agar tidak melaporkan kelakuannya itu kepada polisi, Ivan mengaku hasil pemeriksaan hal tersebut belum bisa disiarkan.

Pasalnya, hasil pemeriksaan sementara terhadap empat orang saksi masih terus dilengkapi untuk mengungkap motif aksi bejat sang ayah tersebut.

"Kami belum bisa infokan ke media karena pemeriksaan belum lengkap, pasti kami infokan secara resmi," ujarnya.

"Masih proses periksa saksi-saksi nanti kami infokan jika sudah beres," tambah Ivan.

Diberitakan sebelumnya, seorang ayah di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nasarudin (34), diduga mencabuli anak kandungnya sendiri yang baru berumur 16 tahun. Aksi bejatnya itu pertama kali diketahui oleh paman korban.

Tak terima dengan hal itu, paman korban dan warga pun menghakimi pelaku yang saat itu berada di rumahnya di Desa Mumbu, Kecamatan Woja.

Ayah Cabuli Anak Kandung Sejak Umur 12 Tahun

Kasus Nasarudin mencabuli anak kandungnya telah dilakukan sejak si anak berumur 12 tahun. Nasarudin pertama kali mencabuli anaknya pada tahun 2016 saat mereka merantau di Kalimantan. Korban kini berumur 16 tahun.

"Pelaku melakukan pencabulan terhadap korban waktu masih tinggal di Kalimantan pada tahun 2016 sebanyak dua kali," ungkap Paur Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah.

Selama tinggal di Kalimantan, tidak diketahui lagi aksi bejat sang ayah. Hingga mereka pulang kembali ke daerah asal mereka di Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu tahun 2017 lalu.

Sebelum terbongkar, pelaku melakukan hal yang sama kepada anaknya itu di rumah mereka sendiri tepatnya di Dusun Mumbu. Ketika itu sang ayah meraba dan meremas payudara anaknya.

"Tahun 2017 korban bersama kedua orang tuanya pulang ke kampung halaman bertempat di Dusun Mumbu, Desa Mumbu. Kemudian pada tanggal 31 Mei 2020 sekitar pukul 24.00 Wita, pelaku kembali melakukan perbuatannya terhadap korban, tapi hanya meraba," jelas Hujaifah.

Tonton juga video 'Ayah Tiri Cabuli Anaknya Selama 10 Tahun':

(mae/mae)